Polisi Pastikan Pelat Alphard yang Sopirnya Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Palsu

Polisi Pastikan Pelat Alphard yang Sopirnya Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Palsu

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memastikan pelat nomor D 1828 XHQ yang terpasang pada mobil Toyota Alphard hitam saat terlibat cekcok dengan seorang satpam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, adalah palsu.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani membenarkan temuan terkait ketidaksesuaian identitas kendaraan mewah tersebut setelah dilakukan pengecekan.

"Iya, (pelat nomor Alphard) terdeteksi palsu," ucap Ojo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (24/7/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, polisi memastikan akan menjatuhkan sanksi tilang terhadap pengemudi Alphard atas dua pelanggaran lalu lintas.

"Sementara untuk penilangan dikenakan tilang pelanggaran marka jalan dan penggunaan pelat yang tidak sesuai," jelas Ojo.

Namun, Ojo mengakui pihaknya saat ini masih berupaya melacak keberadaan pengemudi dan pemilik lantaran pelat nomor palsu yang digunakan membuat identitas dan alamat aslinya tidak terdeteksi.

"Pihak Alphard juga akan dipanggil pasti, tapi saat ini kami masih mencari alamatnya," kata Ojo.

Sementara itu, saat ini Ojo menyebut telah menjadwalkan pemanggilan terhadap satpam bernama Victor Harefa yang terlibat dalam perselisihan tersebut pada Senin (27/7/2026) untuk melakukan klarifikasi.

"Jadi Subdit Gakkum akan memanggil satpam tersebut untuk dipanggil klarifikasi," tuturnya.

Adapun, sebelumnya banyak warganet di media sosial yang mengaku mendapat hasil penelusuran bahwa plat nomor kendaraan yang digunakan mobil Alphard tersebut diduga palsu.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com melalui situs resmi Badan Penerimaan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, plat nomor D 1828 XHQ tercatat bukanlah mobil Toyota Alphard berwarna hitam seperti dalam video.

Dalam data Bapenda Jabar, plat nomor tersebut teregistrasi sebagai kendaraan mobil Daihatsu berwarna silver metalik.

Akan Dikonfrontir

Ojo juga menyebut ia akan memanggil kedua belah pihak untuk menggali keterangan terkait insiden yang sempat viral tersebut.

"Iya saat ini rencananya Subdit Gakkum akan memanggil ya pemilik Alphard-nya, meminta keterangan kejadian tersebut. Termasuk security-nya juga akan dipanggil, dikonfrontir kami mintai keterangan bersama-sama," ujar Ojo saat dihubungi melalui panggilan telepon, Kamis (23/7/2026).

Sebelumnya diberitakan, Video yang memperlihatkan keributan di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, viral di media sosial pada Rabu (22/7/2026).