Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog

Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog

KOMPAS.com - Rasa terhubung dengan orang lain ternyata tidak selalu harus dibangun melalui hubungan yang dekat.

Percakapan singkat dengan orang yang baru dikenal pun ternyata dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental.

Sebuah eksperimen yang dipublikasikan Verywell Mind mengungkapkan bahwa memulai percakapan dengan orang asing setiap hari selama sepekan membuat seseorang merasa lebih bahagia, lebih terhubung dengan lingkungan sekitar, dan menjalani hari dengan suasana hati yang lebih baik.

Interaksi tersebut tidak perlu berlangsung lama.

Sapaan ringan saat mengantre, berbincang dengan petugas layanan, atau mengobrol dengan orang yang duduk di sebelah dapat memberikan dampak positif secara emosional.

Psikolog Harry Cohen mengatakan bahwa interaksi sosial sederhana dengan orang yang tidak memiliki hubungan dekat, memiliki manfaat psikologis yang nyata.

Menurutnya, percakapan singkat dapat merangsang pelepasan hormon dopamin dan oksitosin yang berperan dalam menciptakan perasaan senang, nyaman, dan terhubung dengan orang lain.

"Semakin sering kita mempraktikkan kebiasaan ini, semakin mudah pula kita membangun hubungan sosial dan mengurangi kecemasan saat berinteraksi," ujar Cohen dikutip dari Verywell Mind, Sabtu (18/7/2026).

Manfaat bagi kesehatan mental

Selain membantu mengurangi rasa kesepian, membiasakan diri berinteraksi dengan orang lain juga dapat memberikan berbagai manfaat psikologis, seperti:

  • meningkatkan suasana hati;
  • mengurangi kecemasan sosial;
  • melatih kemampuan berkomunikasi;
  • meningkatkan rasa percaya diri;
  • memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.

Interaksi kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu seseorang membangun jaringan sosial yang lebih luas.

Pada akhirnya, hal ini berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Cohen menyarankan agar kebiasaan ini dimulai dari hal-hal kecil yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, tersenyum kepada tetangga, menyapa petugas keamanan, mengucapkan terima kasih kepada kasir, atau menawarkan bantuan kepada seseorang yang tampak kesulitan.

Meski tampak sederhana, tindakan tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan mental karena membantu mengurangi isolasi sosial dan memperkuat rasa keterhubungan dengan sesama.

Meski demikian, penting untuk tetap menghormati batasan orang lain.

Tidak semua orang sedang berada dalam kondisi yang nyaman untuk berbincang.

Karena itu, perhatikan bahasa tubuh dan respons lawan bicara.

Jika mereka tampak tidak ingin melanjutkan percakapan, akhiri interaksi dengan sopan tanpa memaksakan komunikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang