Kini Ditumbuhi Rumput Liar, Dapur MBG di Sukabumi Lampung Tak Pernah Beroperasi Sejak Rampung Dibangun

Kini Ditumbuhi Rumput Liar, Dapur MBG di Sukabumi Lampung Tak Pernah Beroperasi Sejak Rampung Dibangun

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Di tengah padatnya permukiman di Jalan Pulau Belitung, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, berdiri sebuah bangunan yang sedianya menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, alih-alih sibuk menyiapkan makanan untuk ribuan pelajar, bangunan itu justru diselimuti kesunyian.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut tampak tak tersentuh aktivitas. Rumput liar setinggi orang dewasa tumbuh di sejumlah sudut bangunan yang berdiri di atas lahan sekitar 500 meter persegi itu.

Gerbang besi berwarna hitam dengan lapisan viber berwarna biru, tertutup rapat dengan gembok yang menggantung di pagar. Dari celah kecil di antara pagar, terlihat dua potong pakaian yang tergantung dan sebuah ruangan yang tertutup rapat.

Kompas.com sempat memanggil dari luar pagar untuk memastikan ada atau tidaknya orang di dalam. Namun, tak satu pun suara terdengar dari balik bangunan yang telah lama rampung tersebut.

Warga sekitar menyebut, dapur MBG itu belum pernah beroperasi sejak proses pembangunannya selesai pada awal 2026.

Warga Sempat Antusias Daftar Kerja

Alwi, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, mengatakan masyarakat sempat menyambut baik kehadiran dapur MBG. Bahkan, puluhan warga disebut telah menyerahkan berkas lamaran kerja saat proses perekrutan dibuka.

"Dari pertama selesai dibangun, belum pernah beroperasi. Waktu itu sempat ada pendaftaran untuk warga sekitar. Banyak yang daftar, puluhan orang, termasuk istri saya. Tapi setelah itu tidak ada kabar lagi," kata Alwi kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2026).

Menurut dia, pembangunan dapur tersebut telah rampung sekitar Januari hingga Februari 2025. Fasilitas penunjang, termasuk sumur bor dan jaringan listrik, juga telah tersedia.

"Kalau selesainya sudah lama, sekitar Januari atau Februari 2026. Yang terakhir itu tinggal sumur bor, habis Lebaran juga sudah selesai. Tapi sampai sekarang belum buka juga," ujarnya.

Alwi mengaku tidak mengetahui penyebab dapur MBG itu tak kunjung beroperasi. Meski demikian, ia menyebut masih ada seseorang yang sesekali datang untuk menjaga bangunan.

"Kadang masih ada yang datang, keluar masuk. Tapi bukan orang sini. Kami juga enggak tahu kendalanya apa, apakah ada masalah administrasi atau yang lain," ucapnya.

Gerbang masih terkunci, dapur MBG di Sukabumi belum pernah beroperasi sejak rampung dibangun.
Gerbang masih terkunci, dapur MBG di Sukabumi belum pernah beroperasi sejak rampung dibangun.

Fasilitas Disebut Sudah Lengkap

Hal serupa disampaikan Sulaiman, warga setempat yang mengaku telah tinggal di kawasan itu sejak lahir. Ia mengatakan seluruh fasilitas di dalam bangunan sebenarnya telah tersedia dan siap digunakan.

"Di dalam itu sudah lengkap. Kompor, listrik, internet, sampai kendaraan operasional sudah ada. Tinggal jalan saja sebenarnya," kata Sulaiman.

Ia menyebut, dapur tersebut bahkan telah memiliki dua unit kendaraan operasional yang biasa digunakan untuk mendistribusikan makanan dalam program MBG.