IHSG Terus Melesat, Pagi Ini Tembus Level 6.200

IHSG Terus Melesat, Pagi Ini Tembus Level 6.200

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.219 pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026 pagi.
  • Sebanyak 347 saham mencatatkan kenaikan dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,09 triliun pada awal sesi perdagangan.
  • Analis memproyeksikan IHSG bergerak menguat terbatas di tengah sentimen ketegangan geopolitik serta kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau pada awal perdagangan, Senin, 20 Juli 2026. IHSG dibuka menguat ke level 6.197.

Mengutip data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih nyaman di zona hijau atau 0,71 persen ke level 6.219.

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 1,61 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp 1,09 triliun serta frekuensi sebesar 172.030 kali.

Di waktu itu, terdapat 347 saham menghijau, sedangkan, 158 saham merosot. Sisanya, 460 saham masih belum bergerak alias stagnan.

Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
IHSG masih menguat pagi ini. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:

Top Gainer

  • OMRE
  • PURI
  • KBLV
  • CTTH
  • AREA

Top Loser

  • MLPT
  • LION
  • BINA
  • NIRO
  • RONY

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat secara terbatas pada perdagangan awal pekan, Senin (20/7/2026)..

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level support 6.065 dan resistance 6.270. Menurutnya, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan tren positif sehingga membuka peluang penguatan meski ruang kenaikannya terbatas.

"IHSG awal pekan depan kami perkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 6.065 dan resistance 6.270 dengan indikator MACD menunjukkan tren positif dan penguatan tren," ujar Oktavianus saat dihubungi Suara.com. 

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar. Dari eksternal, investor masih mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan udara Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas militer Iran yang dinilai dapat meningkatkan premi risiko di pasar keuangan.

"Kami berpandangan pasar akan dipengaruhi oleh kenaikan tensi geopolitik pasca serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat ke beberapa fasilitas militer Iran dan infrastruktur vital. Pasar akan menilai premi risiko geopolitik meningkat sehingga cenderung masih menghindari aset berisiko," katanya.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia. Oktavianus memperkirakan BI masih berpotensi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi enam persen, sehingga ruang penguatan pasar saham diperkirakan tetap terbatas apabila sikap kebijakan moneter yang ketat masih berlanjut.

"Di sisi lain, nilai tukar rupiah mulai bergerak di bawah level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi pasar," tambahnya.

Berdasarkan analisis teknikal, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati, yakni AADIdengan strategi buy on break di level 8.850, KLBF dengan rekomendasi speculative buy, serta TOWR dengan rekomendasi trading buy.