KOMPAS.com - Aktris ternama Zendaya kini tengah menjadi sorotan tajam dan menuai kritik keras dari berbagai kalangan, khususnya para sejarawan dan arkeolog.
Kontroversi ini bermula saat ia menghadiri acara promosi film terbarunya, The Odyssey, di London, Inggris beberapa waktu lalu.
Zendaya memang memukau publik dengan gaun putih elegan rancangan Jacquemus yang membalut tubuhnya. Namun, perhatian juga tertuju pada sepasang anting di telinganya, melansir People, Minggu (19/7/2026).
Sang bintang diketahui memakai anting yang terbuat dari medali emas kuno asal Iran yang berasal dari milenium pertama Sebelum Masehi. Ini menjadikannya bukan sekadar aksesori biasa, melainkan artefak bersejarah yang ditaksir berusia sekitar 3.000 tahun.
"Menurut saya, selebritas Barat yang merupakan bagian dari diskursus Barat di segala bidang dan menjadi perpanjangan dialog budaya antara Timur dan Barat, sebagian besar abai terhadap persoalan etika dan sejarah terkait Global Selatan," ungkap Zirrar Ali, penulis yang berbasis di London sekaligus pakar sejarah, seni, dan arsitektur Islam, kepada The New Arab.
Kontroversi artefak kuno yang digunakan Zendaya
Asal-usul anting emas bersejarah
Medali emas memukau yang dikenakan Zendaya tersebut merupakan bagian dari harta karun Ziwiye. Menurut Britannica, peninggalan ini merupakan koleksi seni periode Median yang berasal dari abad ke-7 Sebelum Masehi.
Mengutip Only Natural Diamonds, perhiasan bersejarah ini didesain ulang pada tahun 2018 oleh perancang perhiasan Glenn Spiro. Ia merangkai piringan emas murni itu dengan berlian dalam balutan emas kuning 18 karat.
Koleksi karya sang ahli perhiasan asal London ini memang dikenal kerap mengubah berbagai artefak dunia menjadi aksesori mewah masa kini.
"Kamu bisa memakai sesuatu di lehermu yang berasal dari ribuan tahun lalu, tetapi tetap terlihat kontemporer dan keren," ujar Spiro dalam wawancaranya dengan majalah Galeria pada tahun 2025.
Pada tahun 2020, jenama perhiasan mewah Barron London mengakuisisi karya tersebut untuk dijadikan koleksi pribadi galeri mereka.
Meski sempat memicu decak kagum dari sebagian pihak yang menganggap pemakaian artefak sebagai cara alternatif untuk melestarikannya, tindakan ini nyatanya tidak lepas dari pro dan kontra.
Menuai kecaman dari pakar sejarah
Keputusan Zendaya dan penata gayanya, Law Roach, memicu kemarahan luas karena dianggap sangat tidak sensitif terhadap budaya asal artefak tersebut.
Ali secara tegas menyebut tindakan sang aktris sangat tidak pantas dan berjalan beriringan dengan praktik orientalis, di mana negara-negara Barat seolah abai terhadap warisan budaya dari wilayah berkembang.
"Menghiasi diri dengan artefak, baik dari museum maupun koleksi pribadi, sering kali dipandang tidak berbahaya, tetapi pada kenyataannya bisa merupakan bentuk unjuk kekuasaan dan dominasi. Satu budaya menegaskan kepemilikan atas warisan budaya lain," jelas dia.
Lebih lanjut, ia mengecam praktik di mana perhiasan peninggalan kerajaan besar masa lalu dijadikan sekadar aksesori mode selebritas. Menurut Ali, hal ini menyiratkan pesan yang sangat arogan.