AKURAT.CO, Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya memberikan tanggapan terkait kabar dirinya dijatuhi sanksi disiplin oleh Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA).
Isu tersebut mencuat setelah sejumlah media di Korea melaporkan hasil sidang Komite Disiplin KFA.
Laporan itu menyebut KFA telah memutuskan hukuman terhadap pelatih asal Korea Selatan tersebut di mana Shin Tae-yong dilarang melatih di negaranya selama sepuluh tahun.
Bentuk sanksi yang disebutkan antara lain skorsing, larangan terlibat dalam aktivitas pertandingan, hingga pencabutan status keanggotaan asosiasi dalam jangka waktu tertentu.
Kasus yang menyeret nama Shin Tae-yong dikabarkan berkaitan dengan periode saat ia menangani klub Ulsan HD.
Beberapa tuduhan yang muncul meliputi dugaan perselisihan dengan pemain, dugaan tindakan kekerasan, hingga isu bermain golf ketika tim menjalani laga tandang.
Sebelumnya, Pusat Etika Olahraga Korea di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan juga dikabarkan telah menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong pada Mei 2026.
KFA kemudian disebut menindaklanjuti keputusan tersebut melalui mekanisme disiplin internal.
https://www.akurat.co/bola/876347/shin-tae-yong-terancam-sanksi-berat-dari-kfa-diduga-berkaitan-dengan-insiden-pemukulan-pemain
Meski demikian, sanksi tersebut hanya berlaku di wilayah Korea Selatan. Kondisi itu membuat status Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Persija Jakarta tidak terdampak secara langsung mengingat ia saat ini terikat kontrak bersama Macan Kemayoran hingga 2029.
Menanggapi kabar tersebut, Shin Tae-yong mengaku memiliki pandangan berbeda terhadap proses yang berjalan. Ia merasa masih banyak hal yang menurutnya tidak berjalan secara adil.
"Ada banyak hal yang saya rasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya," ujar Shin Tae-yong seperti dikutip media Korea, Channel A.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengaku sempat mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas keputusan yang dijatuhkan kepadanya. Namun hingga kini, ia belum mengambil langkah tersebut.
Menurut Shin Tae-yong, keputusannya untuk tidak segera berbicara secara terbuka didasari pertimbangan yang lebih luas.
Ia tidak ingin polemik tersebut berdampak kepada para pemain yang pernah bekerja sama dengannya.
"Namun, jika saya angkat bicara, murid-murid saya bisa ikut terdampak dan situasi sepakbola di Korea Selatan juga sedang tidak baik," kata Shin Tae-yong.
Ia pun memilih menahan diri dan menerima konsekuensi yang ada. Fokusnya saat ini tetap tertuju pada tugas bersama Persija yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Piala Presiden 2026.
"Saya memilih untuk menanggung semuanya," tutup mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.