DEPOK, KOMPAS.com - Tamil (45), seorang pemulung menceritakan detik-detik kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026) malam.
Tamil mengaku tidak mengetahui pasti penyebab munculnya api.
Namun, menurut dia, api tiba-tiba muncul dan kobaran cepat membesar.
Saat kejadian, tidak ada aktivitas bongkar muat sampah di TPA Cipayung.
"Itu kejadian malam tadi, sekitar pukul 19.30 WIB, api tiba-tiba gede api enggak tahu dari mana, terus cucu saya langsung lapor ke satpam," tutur Tamil saat ditemui di Jumat (17/7/2026).
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga di sekitar lokasi berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
"Iya pada bantuin, kalau saya tinggal di sini takut, karena kan dekat, kelihatan banget api tinggi," kata Tamil
Tamil menjelaskan, kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari dua jam.
Sejak Jumat pagi, aktivitas di TPA Cipayung pun telah kembali berjalan normal.
"Kurang dari dua jam, cepat itu enggak kaya Jatiwaringin," jelas Tamil.
Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok memastikan kebakaran TPA Cipayung, Kota Depok, telah berhasil dipadamkan.
"Sudah padam pukul 21.00 WIB. Api mulai menyala sekitar pukul 20.23 WIB," ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional DPKP Kota Depok, Tessy, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (16/7/2026).
Tessy menjelaskan, DPKP Kota Depok mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran dan 24 personel untuk memadamkan api.
"Untuk penyebab kebakaran masih dilakukan pendalaman," kata Tessy.
Ia juga memastikan tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran di TPA Cipayung.
"Dalam proses operasi pemadaman tidak ada (korban)," tutur Tessy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang