JAKARTA – Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, merespons positif permintaan tim panahan yang ingin berangkat duluan ke Aichi-Nagoya, Jepang. Langkah tersebut dinilai penting agar para atlet memiliki waktu beradaptasi sekaligus menjajal arena.
Tim Panahan Indonesia menyampaikan keinginan untuk berangkat duluan ke Asian Games 2026. Sebab, cabang olahraga (cabor) tersebut akan dimulai 25 September. Sementara, arena sudah bisa dipakai sejak 22-23 September 2026.
Di sisi lain, jadwal keberangkatan yang disiapkan panitia baru dilakukan dua hari sebelum pertandingan berlangsung. Rentang waktu tersebut dinilai tidak cukup.
1. Dibahas Khusus
Todotua mengatakan usulan dari Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) akan dibahas secara khusus bersama jajaran tim panahan. Menurutnya, seluruh kebutuhan nonteknis setiap cabang olahraga akan didata agar bisa difasilitasi dengan maksimal.
Lebih lanjut, Todotua menegaskan permintaan keberangkatan lebih awal akan menjadi salah satu poin yang dipertimbangkan. CdM akan menyesuaikan kebutuhan tersebut dengan rencana keberangkatan kontingen Indonesia secara keseluruhan.
"Nanti setelah ini kami berbincang secara serius, kira-kira apa lagi kebutuhan-kebutuhan nonteknis yang berkaitan dengan keberangkatan. Misalnya ada rikues lebih awal daripada yang ditentukan, itu nanti akan kita persiapkan," ujar Todotua, dikutip Kamis (23/7/2026).
Pria berusia 46 tahun itu menjelaskan, kunjungan ke berbagai cabang olahraga bertujuan memastikan atlet dan ofisial dapat menjalani persiapan tanpa terganggu persoalan di luar pertandingan. Oleh karena itu, seluruh aspek pendukung akan menjadi perhatian utama tim CdM.
CdM Indonesia merespons positif permintaan tim panahan berangkat duluan ke Asian Games 2026 (Foto: Okezone/Cikal Bintang)
2. Tanggung Jawab CdM
Todotua memastikan urusan logistik selama berada di Jepang sepenuhnya menjadi tanggung jawab CdM. Dengan demikian, para atlet diharapkan hanya fokus menjalani latihan dan bertanding.
"Teman-teman atlet dan ofisial tidak perlu khawatir. Persiapan maksimal di sini, nanti segala urusan organizing di sana menjadi tanggung jawab kami sebagai CDM," kata Todotua.
Menurut Todotua, waktu sekira 60 hari menjelang Asian Games masih cukup untuk mematangkan berbagai kebutuhan nonteknis. Persiapan terkait akomodasi, transportasi, hingga dukungan operasional lainnya akan terus dimaksimalkan.
"Masih ada waktu kurang lebih sekitar 60 hari ke depan. Persiapan yang berkaitan dengan akomodasi, transportasi, dan persiapan nonteknis itu bisa kita support secara maksimal," tegas pria berkacamata itu.
Todotua menambahkan, tugas CdM bukan mengintervensi program latihan yang telah disusun masing-masing cabang olahraga. Peran utama mereka adalah memastikan seluruh kebutuhan pendukung terpenuhi agar atlet dapat tampil optimal saat bertanding.
"Kami tinggal bagaimana urusan memaksimalkan para atlet dan ofisial itu berangkat, sampai di sana, bertanding, dan juga kembali," tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.