Asisten Scaloni Membantah Rumor Perselisihan di Kamp Timnas Argentina

Asisten Scaloni Membantah Rumor Perselisihan di Kamp Timnas Argentina

Ayala Menolak Teori Konspirasi

Tim pelatih timnas Argentina akhirnya angkat bicara untuk mengakhiri derasnya rumor dan teori konspirasi yang meledak setelah kekalahan di final Piala Dunia melawan Spanyol, dalam gelombang keraguan yang menyentuh segala hal, mulai dari ekspresi wajah para pemain hingga kata-kata Lionel Messi sebelum pertandingan.

Roberto Fabian Ayala, asisten pelatih Lionel Scaloni, mengatakan dalam pernyataan tegas yang dikutip surat kabar Argentina "tycsports", bahwa semua yang beredar mengenai adanya hal-hal tidak wajar di partai final sama sekali tidak benar.

Ayala menambahkan: "Ini hal-hal yang kami dengar dan kami berkata: (tidak masuk akal mereka mengucapkan kata-kata ini)... karena tak ada satu pun dari itu yang terjadi, malah justru sebaliknya."

Pernyataan Ayala datang sebagai tanggapan atas gelombang teori yang menyebar dengan kuat di media sosial sejak kekalahan Argentina 1-0 dari Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey. Para penyebarnya mengklaim bahwa para pemain Argentina datang dengan wajah cemberut, dan hanya melepaskan satu tembakan ke arah gawang sepanjang 120 menit, bahwa Messi mendorong rekan-rekannya dengan ucapan "mari kita lupakan segalanya" sebelum memasuki lapangan, dan bahwa Enzo Fernandez menerima kartu kuning hanya karena berbicara.

Ayala bukan satu-satunya yang mengkritik pertanyaan-pertanyaan ini, sebelumnya sudah ada sang pelatih Lionel Scaloni sendiri, yang tampak marah saat ditanya ketika meninggalkan kompleks latihan Ezeiza tentang adanya "perselisihan internal" di timnas, seraya berkata: "Saya tidak percaya dengan apa yang kalian tanyakan kepada saya, kita sudah jauh dari topik ini, kawan-kawan."

Sebelum kembali ke kota kelahirannya di Bujado, Ayala menerima pertanyaan-pertanyaan lain seputar teori-teori yang beredar di internet, terutama mengenai pidato motivasi Messi dan penampilan tim, lalu ia menjawab dengan tegas meski dengan nada bersahabat: "Saya tidak mengikuti media sosial, saya tidak tahu apa-apa, saya sama sekali tidak punya gambaran tentang apa yang kalian bicarakan," sebuah pesan yang jelas untuk memutus segala spekulasi hingga ke akarnya.

Pernyataan-pernyataan ini datang di saat para pendukung dan bahkan sebagian jurnalis di media sosial sibuk mengubah firasat dan tebakan menjadi kebenaran mutlak, tanpa hadir di stadion.

Tim pelatih Argentina menegaskan bahwa satu-satunya kebenaran hanya diketahui oleh mereka yang menginjakkan kaki di Stadion MetLife pada Minggu lalu, yaitu bahwa Spanyol adalah pihak yang lebih baik dan berhasil merebut gelar.