JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan penataan kawasan sekitar Stasiun Karet akan menjadi bagian penting dalam rencana integrasi dengan Stasiun BNI City yang ditargetkan mulai beroperasi pada 28 September 2026.
Penataan tersebut tidak hanya menyasar alur perjalanan penumpang, tetapi juga mencakup aktivitas pengantaran, penjemputan, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pejalan kaki yang selama ini beraktivitas di sekitar stasiun.
Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya memahami kawasan Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat.
"Kami memahami kawasan itu hidup bersama aktivitas masyarakat, mulai dari pejalan kaki, pengantar dan penjemput, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pelaku usaha sekitar. Karena itu, penataannya harus dilakukan dengan baik, bertahap, dan tetap mendengar masukan," kata Bobby, Senin (13/7/2026), dikutip dari Antara.
Area Jemput dan Antar Akan Ditata
Bobby menjelaskan, salah satu alasan integrasi dilakukan adalah untuk menata aktivitas naik turun penumpang, pengantaran, dan penjemputan yang selama ini berlangsung di sekitar Stasiun Karet.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu dibenahi agar lebih aman bagi pelanggan kereta, pengguna jalan, maupun masyarakat sekitar.
Selain mempertimbangkan kenyamanan pelanggan, penataan juga dilakukan untuk mendukung keselamatan operasional perjalanan kereta api.
"Selain itu, aktivitas naik turun, pengantaran, dan penjemputan pelanggan di sekitar Stasiun Karet perlu ditata agar lebih aman bagi pelanggan, pengguna jalan, serta masyarakat sekitar," ujar Bobby.
Pergerakan Ojek Ikut Diatur
KAI juga memastikan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatur aktivitas di kawasan sekitar stasiun.
Koordinasi tersebut mencakup pengaturan akses pejalan kaki, area pengantaran dan penjemputan, serta pergerakan ojek pangkalan dan ojek daring.
Meski demikian, KAI belum merinci seperti apa skema pengaturan yang akan diterapkan setelah integrasi mulai berjalan.
Bobby menegaskan, penataan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar Stasiun Karet.
KAI Janjikan Masa Transisi
Untuk mengurangi kebingungan masyarakat, KAI akan menyiapkan masa transisi sebelum integrasi diberlakukan penuh.
Sejumlah langkah yang disiapkan antara lain pemasangan petunjuk arah, sosialisasi kepada masyarakat, penempatan petugas layanan, hingga pengaturan arus pelanggan.
"Kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan pendekatan yang solutif. Pelanggan membutuhkan akses yang mudah, masyarakat sekitar membutuhkan kepastian ruang, dan operasi kereta api membutuhkan alur yang aman. Integrasi ini harus menjawab ketiganya," kata Bobby.
Integrasi Mulai Beroperasi September 2026
KAI menargetkan integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City mulai beroperasi pada 28 September 2026.
Dalam skema baru tersebut, area Stasiun Karet akan diarahkan menjadi concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City.
Sementara itu, aktivitas gate in dan gate out pelanggan nantinya dipusatkan di Stasiun BNI City. KAI juga menyiapkan fasilitas travelator berpendingin udara untuk mendukung perpindahan pelanggan antarkedua stasiun.
Menurut KAI, integrasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan keterpaduan layanan transportasi publik di kawasan pusat Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.