Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |01:01 WIB
ZURICH – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) merilis pernyataan resmi guna membantah rumor liar mengenai dugaan pengaturan skor (match-fixing) dan korupsi sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Isu miring tersebut sempat mengemuka di tengah riuk-pikuk turnamen akbar yang baru saja usai.
Timnas Spanyol resmi mengunci gelar juara Piala Dunia 2026 usai menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final di Stadion New York New Jersey, Senin 20 Juli 2026. Gol tunggal Ferran Torres menjadi pembeda, meski pertandingan ditutup dengan kericuhan yang melibatkan sejumlah pilar Tim Tango.
Pihak FIFA langsung meluncurkan investigasi resmi lantaran Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, hingga asisten pelatih Roberto Ayala terlihat terlibat perselisihan panas dengan kubu Spanyol sesudah peluit panjang berbunyi.
Sebelum insiden di partai puncak, Argentina yang berstatus juara bertahan kerap memicu kontroversi sepanjang turnamen akibat tudingan diuntungkan oleh keputusan wasit. Gelombang rumor semakin memanas seusai laga babak 16 besar saat Mesir kalah tipis 2-3 dari Argentina.
Pelatih Mesir Hossam Hassan bersama penyerangnya, Mostafa Ziko, melempar tuduhan keras bahwa turnamen tersebut sengaja diatur demi memuluskan langkah Argentina. Tuduhan berani itu langsung dibantah tegas oleh Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, yang membela kinerja wasit asal Prancis, Francois Letexier.
1. Bantahan Keras FIFA
Collina menegaskan diskusi teknis mengenai keputusan wasit adalah hal wajar, namun tuduhan tanpa bukti tidak boleh ditoleransi karena berisiko memicu ancaman bagi para pengadil lapangan. Di sisi lain, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dilaporkan mempertimbangkan langkah hukum atas maraknya disinformasi yang menyerang para pemainnya.
Menjawab keresahan publik, FIFA memastikan bahwa Integrity Task Force tidak menemukan adanya aktivitas perjudian mencurigakan maupun indikasi manipulasi pertandingan dalam seluruh 104 laga yang dipertandingkan selama Piala Dunia 2026.
Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |01:01 WIB
Timnas Argentina kerap kali dikaitkan mendapatkan keuntungan dari FIFA di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram/afaseleccion)
“Tidak ada aktivitas mencurigakan yang teridentifikasi. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan dianalisis sepanjang kompetisi, Satuan Tugas tidak mengidentifikasi aktivitas taruhan yang mencurigakan atau indikasi manipulasi pertandingan terkait dengan pertandingan apa pun,” jelas FIFA dalam keterangan resmi mereka, Jumat (24/7/2026).
2. Diawasi Ketat
Guna menjaga integritas turnamen, FIFA membentuk tim khusus yang mengumpulkan data dan laporan pemantauan pasar taruhan secara real-time. Seluruh informasi dianalisis secara kolaboratif bersama para pemangku kepentingan internasional dari berbagai benua.
Pengawasan ketat ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga raksasa, mulai dari konfederasi sepak bola (UEFA, CONMEBOL, AFC, CAF, Concacaf, OFC), federasi tuan rumah, hingga lembaga penegak hukum ternama seperti FBI, INTERPOL, UNODC, dan lembaga integritas olahraga independen.
Senior Integrity Manager FIFA, Liam Rich, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota tim atas kerja sama komprehensif selama turnamen berlangsung. FIFA berkomitmen menjaga skema pengawasan ketat ini untuk ajang-ajang berikutnya, termasuk Piala Dunia Wanita FIFA mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.