- Indonesia bergabung dalam pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) untuk memperkuat tata kelola AI global yang inklusif.
- Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo mengusulkan riset bersama, pengembangan smart city, dan percepatan talenta digital pada Juli 2026.
- Langkah strategis ini bertujuan memfasilitasi transfer teknologi, mempercepat inovasi nasional, serta meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia.
Suara.com - Persaingan global dalam pengembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan setiap negara membangun tata kelola, kolaborasi internasional, serta akses yang adil terhadap transfer teknologi.
Di tengah kompetisi tersebut, Indonesia mulai mengambil peran lebih strategis dengan terlibat langsung dalam pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) sebagai fondasi baru kerja sama AI lintas negara.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas ambisi Indonesia untuk tidak sekadar menjadi pasar teknologi AI, tetapi juga ikut menentukan arah pengembangan ekosistem AI global yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa Indonesia memandang WAICO sebagai organisasi yang memiliki peran lebih besar dibanding forum konsultatif biasa.
"Dalam pandangan Indonesia, WAICO bukan sekadar forum konsultatif, melainkan sebagai bagian integral dari tata kelola AI global dan transfer teknologi yang adil," ujar Angga Raka Prabowo dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Angga, komitmen tersebut selaras dengan agenda transformasi digital nasional. Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital tengah menyelesaikan Regulasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Indonesia 2026–2029 beserta Etika AI sebagai fondasi pengembangan teknologi AI di Indonesia.
Regulasi tersebut dirancang untuk memastikan pemanfaatan AI berjalan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, transparansi, akuntabilitas, perlindungan data pribadi, keamanan digital, serta inovasi yang bertanggung jawab.
Indonesia Ajukan Tiga Agenda Strategis WAICO
Dalam Informal Preparatory Session on the Establishment of WAICO yang berlangsung pada 17 Juli 2026 dan dihadiri delegasi dari 26 negara, Angga Raka Prabowo mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan tiga usulan kerja sama konkret yang dinilai dapat mempercepat pemerataan manfaat AI.
Ketiga usulan tersebut meliputi penguatan riset bersama dan transfer teknologi AI, kolaborasi pengembangan smart city, dan percepatan pengembangan talenta digital.
Ketiga agenda itu dinilai menjadi fondasi penting agar negara berkembang memiliki akses lebih besar terhadap inovasi AI sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi digital.
Indonesia Soroti Pentingnya AI yang Inklusif
Selain menawarkan agenda kolaborasi, Indonesia juga membawa tiga prinsip utama dalam pembentukan WAICO.
Prinsip pertama adalah mendorong tata kelola AI global yang diwujudkan melalui implementasi nyata, bukan hanya penyusunan norma internasional.
"Kerja sama di bidang AI harus menghasilkan manfaat nyata, memberikan dukungan bagi UMKM, melestarikan bahasa lokal, serta memenuhi kebutuhan negara berkembang," tegas Angga.
- Indonesia bergabung dalam pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) untuk memperkuat tata kelola AI global yang inklusif.
- Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo mengusulkan riset bersama, pengembangan smart city, dan percepatan talenta digital pada Juli 2026.
- Langkah strategis ini bertujuan memfasilitasi transfer teknologi, mempercepat inovasi nasional, serta meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia.
Indonesia juga menilai kesenjangan digital harus dipersempit melalui transfer teknologi, pendanaan yang lebih inklusif, penguatan tata kelola data, serta pembangunan kapasitas sumber daya manusia.
Prinsip kedua menekankan pentingnya inovasi AI yang bertanggung jawab melalui pendekatan berbasis risiko (risk-based approach) yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing negara.
Sementara prinsip ketiga adalah mendorong sinergi WAICO dengan sistem multilateral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun fragmentasi tata kelola AI global.
Momentum Indonesia Perkuat Posisi di Ekonomi Digital Global
Keikutsertaan aktif Indonesia dalam pembentukan WAICO dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital dunia.
Di tengah pesatnya investasi AI, komputasi awan, hingga pengembangan model bahasa besar (Large Language Models/LLM), keterlibatan Indonesia dalam penyusunan aturan global membuka peluang lebih besar untuk memperoleh transfer teknologi, mempercepat inovasi nasional, serta memperkuat daya saing industri digital.
"Melalui partisipasi aktif tersebut, Indonesia siap berkontribusi dalam pembentukan WAICO dan berharap organisasi ini dapat menjadi platform yang inklusif untuk memperkuat kolaborasi global sekaligus mendukung pemanfaatan AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutup Angga.