Perang Amerika Serikat vs Iran yang kembali memanas masih menjadi perhatian berita internasional pada Rabu (22/7).
Pengakuan Wali Kota New York Zohran Mamdani soal rencananya menangkap Perdana Menteri Israel BenjamiN Netanyahu juga terus menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional:
PerangAmerika Serikat vsIran sebagian besar berdampak pada negara-negara Timur Tengah.
Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Arab Saudi menjadi target hantaman Iran, karena menyimpan aset militer AS dan dituduh Iran membiarkan pasukan AS meluncurkan serangan dari wilayah mereka.
Gempuran Iran terhadap enam negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) tersebut telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Kilang minyak rusak, pembangkit listrik rusak, dan berbagai kerusakan lainnya pada sektor energi negara-negara Arab.
Wali Kota New York Zohran Mamdani mengakui pemerintahannya tak bisa menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesuai perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Mamdani menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X pada Selasa (21/7).
"Seperti yang sudah saya bilang, saya sepakat dengan ICC bahwa Benjamin Netanyahu seharusnya ditangkap dan dihukum atas kejahatannya, sebagaimana yang saya lakukan terhadap siapapun yang didakwa ICC," kata Mamdani.
Iran disebut menyembunyikan fasilitas nuklir termasuk sentrifus pengayaan uranium dengan kedalaman 100 meter di bawah Pegunungan Pickaxe, Kota Natanz.
Fasilitas tersebut yang diincar Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk dibombardir. Salah satu yang akan dihancurkan adalah gerbang depan fasilitas penyimpanan uranium yang dikayakan Iran di gugus Pegunungan Pickaxe.
Sentrifus pengayaan uranium itu tepat berada di bawah gunung Kuh-e Kolang Gaz La. Kolang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Pickaxe berdasarkan Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS).
(rds)