TABLOIDBINTANG.COM - Matt Damon mengungkap perjuangan besar yang dilakukannya demi memerankan Odysseus dalam film terbaru garapan Christopher Nolan, The Odyssey. Aktor peraih Oscar itu bahkan menurunkan berat badannya hingga kembali seperti saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Dalam film epik adaptasi karya Homer tersebut, Damon yang kini berusia 55 tahun memerankan Raja Odysseus, sosok pejuang legendaris yang menjalani perjalanan selama 20 tahun untuk kembali ke kampung halamannya setelah Perang Troya.
Menurut Matt, proyek ini menjadi film paling berat dan paling menantang yang pernah ia jalani sepanjang kariernya.
Untuk mempersiapkan karakter Odysseus, Matt Damon menurunkan berat badannya hingga sekitar 167 pon atau sekitar 75 kilogram.
Ia menjalani pola makan ketat serta program kebugaran intensif sebelum memulai proses syuting yang berlangsung di berbagai negara, seperti Islandia, Skotlandia, Yunani, Italia, dan Maroko.
Film The Odyssey, yang tayang di bioskop mulai 17 Juli, juga dibintangi Anne Hathaway sebagai Penelope, Tom Holland sebagai Telemachus, serta Robert Pattinson, Zendaya, Charlize Theron, Lupita Nyong'o, Jon Bernthal, Mia Goth, Benny Safdie, Himesh Patel, Elliot Page, dan Samantha Morton.
Matt menegaskan bahwa proses penurunan berat badannya dilakukan dengan cara yang sehat.
"Saya tidak melakukannya dengan cara yang tidak sehat," ujarnya kepada People.
Menurutnya, menaikkan berat badan justru lebih berisiko bagi usianya saat ini.
"Kalau saya harus menaikkan berat badan seperti dulu, itu akan berbahaya dan saya rasa saya tidak akan melakukannya lagi. Saya senang pernah melakukannya ketika masih lebih muda," katanya.
Untuk membentuk fisik seorang pejuang Yunani yang telah lama berperang, Matt mengubah pola makannya secara menyeluruh.
Ia mengaku menghilangkan gluten dari menu hariannya, selain melakukan sejumlah penyesuaian nutrisi lainnya.
"Ini lebih kepada menjadi benar-benar bugar secara fisik. Kuncinya adalah mengubah pola makan dan menjalani perubahan gaya hidup secara menyeluruh," jelasnya.
"Anda harus benar-benar memperhatikan setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh."
Syuting Paling Berat Sepanjang Karier
Proses produksi The Odyssey berlangsung di berbagai lokasi alam terbuka dengan medan yang ekstrem. Christopher Nolan memadukan lokasi nyata berskala besar dengan efek visual khusus untuk format IMAX.
Matt menyebut pengalaman syuting tersebut jauh berbeda dibanding produksi film pada umumnya.
"Film ini sejauh ini adalah film paling sulit dan paling menantang yang pernah saya ikuti," ungkapnya.
Menurutnya, seluruh pemain dan kru terus mendorong batas kemampuan mereka selama proses produksi.
"Rasanya lebih seperti mengikuti sebuah ekspedisi daripada syuting film," ujarnya.
Ia juga memuji Christopher Nolan yang selalu ikut merasakan beratnya kondisi di lapangan.
"Kalau kami kedinginan dan basah kuyup, Chris juga mengalami hal yang sama. Dia ikut menjalani semuanya bersama kami."
Setiap akhir pekan syuting, seluruh tim disebut sudah benar-benar kelelahan.
"Semua orang bekerja dengan sisa tenaga yang ada. Tapi setiap kali berhasil menyelesaikan satu minggu syuting, kami merasa sangat bangga. Setelah itu saya pulang, beristirahat, lalu bersiap lagi untuk hari Senin. Saya menikmati setiap menit dari proses ini," tuturnya.
Di balik semua perjuangan tersebut, Matt mengaku momen paling berkesan justru datang dari salah satu putrinya.
Ia mengatakan sang putri, yang biasanya kerap menggoda dan mengkritik film-filmnya, memberikan respons yang tak pernah ia duga setelah menonton The Odyssey.
"Di akhir film, dia menoleh kepada saya dan berkata, 'Ayah, aku bangga padamu.'"
Matt mengaku kalimat sederhana itu sangat berarti baginya.
"Dia belum pernah mengatakan hal seperti itu sebelumnya karena kami biasanya suka bercanda. Saat mendengarnya, saya langsung berpikir, 'Semua perjuangan ini benar-benar sepadan,'" ujarnya sambil tertawa.
Dalam The Odyssey, Christopher Nolan mengisahkan perjalanan Odysseus menghadapi badai, makhluk-makhluk mitologi, dan berbagai rintangan berbahaya dalam usahanya kembali ke kerajaan Ithaca setelah Perang Troya.