Lama Menganggur, Southgate Disebut Pas Tangani Timnas Amerika Serikat

Lama Menganggur, Southgate Disebut Pas Tangani Timnas Amerika Serikat

KOMPAS.com - Nama mantan pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate kini muncul ke permukaan sebagai salah satu kandidat pengganti Mauricio Pochettino di timnas AmerikaS Serikat.

Kursi pelatih timnas Amerika Serikat kini mulai bergejolak seiring kegagalan melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 di tanah mereka sendiri.

Nama eks pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate kini mulai digadang-gadang untuk menduduki kursi pelatih timnas Amerika Serikat, jika Mauricio Pochettino hengkang.

Southgate Masih Menganggur

Sejak mundur usai timnas Inggris kalah di final Piala Eropa 2024, Southgate belum menerima pinangan tim manapun.

Eks bek tengah Middlesbrough ini menjadi salah satu pelatih dengan prestasi baik di tim berjuluk The Three Lions itu usai mencapai babak perempat final Piala Dunia 2018, semifinal Piala Dunia 2022, dan final Piala Eropa (2020 dan 2024).

Meskipun gagal mempersembahkan trofi dalam ajang tersebut, Southgate menjadi sosok yang merestorasi timnas Inggris menjadi salah satu kekuatan sepak bola dunia.

Selepas dua tahun menganggur, kini timnas Amerika Serikat disebut berminat bisa merekrut Southgate jika Mauricio Pochettino mundur dari jabatannya.

Hal ini diungkap oleh editor senior ESPN, Caitlin Murray yang mengutarakan bahwa timnas Amerika Serikat membutuhkan pelatih berpengalaman.

"Kita telah melihat banyak pelatih klub sukses beralih ke kancah internasional menjelang Piala Dunia ini namun gagal berprestasi, bukan hanya Mauricio Pochettino, tetapi juga Carlo Ancelotti, Julian Nagelsmann, Ralf Rangnick, Hugo Broos, dan lainnya," ujar Murray.

"Sepak bola internasional, terutama turnamen yang hanya berlangsung selama delapan pertandingan dan memiliki dinamika berbeda dibandingkan musim kompetisi klub yang melibatkan lebih dari 30 pertandingan. "

"Perlu ditegaskan, mengingat AS kini memiliki jalur kualifikasi Piala Dunia yang relatif mudah berkat penambahan jumlah peserta menjadi 48 tim, fokus utama timnas Amerika Serikat seharusnya tertuju pada Piala Dunia 2030."

"Oleh karena itu, Amerika Serikat membutuhkan pelatih yang memiliki rekam jejak terbukti di level internasional dan dalam turnamen sepak bola. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Southgate layak untuk dipertimbangkan," imbuhnya.

Reaksi pelatih Inggris, Gareth Southgate, setelah kalah dalam pertandingan final UEFA Euro 2024 antara Spanyol vs Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Foto oleh Jewel SAMAD / AFP)
Reaksi pelatih Inggris, Gareth Southgate, setelah kalah dalam pertandingan final UEFA Euro 2024 antara Spanyol vs Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Foto oleh Jewel SAMAD / AFP)

Kursi Mauricio Pochettino Tak Aman

Posisi Mauricio Pochettino di timnas Amerika Serikat belakangan tidak aman lantaran gagal melaju lebih jauh dari babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sempat muncul berita bahwa Pochettino akan ditawari kontrak baru hingga 2030, tetapi belum ada pembicaraan lanjutan dari pihak timnas Amerika Serikat.

Muncul pula kabar bahwa eks pelatih Tottenham Hotspur ini akan kembali ke Liga Inggris dan sempat disebut akan menangani AC Milan sebelum klub Liga Italia itu menunjuk Ruben Amorim.

Pochettino sendiri sempat menolak membahas perihal kelanjutan kariernya tersebut selepas tersingkirnya Amerika Serikat dari Piala Dunia 2026.

"Saat ini bukan waktunya membicarakan hal itu," ujarnya dalam jumpa pers selepas pertandingan 16 besar Piala Dunia 2026.

"Menurut saya, saat ini adalah waktunya untuk melihat dan mengevaluasi turnamen tersebut. Anda tahu, saya yakin dalam beberapa minggu ke depan kami bisa mulai membicarakannya jika mereka ingin membahasnya," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang