JAKARTA, KOMPAS.com - Berlalu lalangnya MRT, LRT, hingga Transjakarta, menjadi penanda majunya transportasi umum di Jakarta.
Sebab, keberadaan ketignya membuat warga Jakarta memiliki lebih banyak pilihan transportasi umum untuk bepergian.
Pemerintah juga terus menggencarkan perluasan rute ketiga transportasi umum tersebut agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat di setiap sudut Jakarta.
Namun, di tengah masifnya transportasi modern, sebuah mobil mungil berwarna biru, beroda empat, yang biasa disebut 'kancil' ternyata masih setia mengaspal di sudut-sudut ibu kota.
Berdasarkan catatan Kompas.com, kendaraan kancil sendiri bernama bajaj qute yang diresmikan oleh pemerintah pada tahun 2017 sebagai pengganti bemo yang izin beroperasinya sudah dihapuskan.
Bajaj qute dinilai memiliki beberapa keunggulan dibandingkan bemo, mulai dari lebih aman, efisien karena bentuknya yang mungil, dan lebih ramah lingkungan.
Sebab dulu, kendaraan bemo kerap kali mengeluarkan bunyi bising dan asap knalpot yang banyak, sehingga dinilai dapat merusak udara dan kenyamanan kota.
Masih beroperasi di Pademangan
Kendaraan mungil ini beroperasi di rute-rute yang dulunya menjadi trayek bemo. Mulai dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat, Tanah Abang, Manggarai, Jakarta Kota, hingga Pademangan.
Namun seiring berjalannya waktu, kancil semakin jarang ditemukan beroperasi di wilayah yang sudah menjadi trayeknya tersebut.
Salah satunya seperti di Manggarai, kendaraan mungil ini sudah jarang mangetem di depan stasiun, tidak seperti dulu.
Sebab kini, kawasan Stasiun Manggarai sudah terakses dengan transportasi umum Transjakarta.
Salah satu wilayah yang masih aktif menjadi trayek kancil adalah Pademangan Jakarta Utara.
Pengamatan Kompas.com di lokasi, hampir setiap lima menit sekali, kancil lewat berlalu lalang di sepanjang kawasan pemukiman Pademangan yang lebar jalannya hanya sekitar enam meter.
Desainnya yang mungil membuat kendaraan ini lebih efisien melintasi kawasan-kawasan padat di Jakarta.
Kancil yang beroperasi di kawasan Pademangan biasanya melayani rute ke kawasan Jakarta Kota dengan jarak sekitar 4,6 kilometer (KM).