Indonesia Teken WAICO untuk Percepat Investasi AI

Indonesia Teken WAICO untuk Percepat Investasi AI

1. WAICO dibentuk untuk kembangkan artificial intellegence

2. Ekonomi digital akan dijadikan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi

3. China merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia

Ilustrasi investasi. (IDN Times/Mia Amalia)

China masih menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia. Nilai investasi langsung dari Negeri Tirai Bambu mencapai 7,5 miliar dolar AS pada 2025. Jika digabungkan dengan investasi dari Hong Kong sebesar 10,6 miliar dolar AS, total penanaman modal asing (PMA) dari kedua wilayah tersebut menjadi yang terbesar di Indonesia.

Di sisi perdagangan, China juga merupakan mitra dagang utama Indonesia. Berdasarkan data General Administration of Customs of China (GACC), nilai perdagangan kedua negara mencapai 167,36 miliar dolar AS sepanjang 2025. Komoditas utama ekspor Indonesia ke China meliputi produk mineral, besi dan baja, nikel, minyak nabati, serta bijih logam.

Selama ini investasi China di Indonesia masih didominasi sektor industri dasar, seperti logam dan ketenagalistrikan. Pemerintah berharap pembentukan WAICO dapat mendorong masuknya investasi ke sektor teknologi tinggi yang mampu meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.

Sebagai tindak lanjut, Airlangga dijadwalkan bertemu dengan pimpinan sejumlah perusahaan teknologi China, antara lain ByteDance, Unitree, Deep Robotics, dan FiberHome, guna menjajaki peluang investasi dan kerja sama pengembangan industri teknologi tinggi di Indonesia.