Ramdani Bur , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |02:05 WIB
INDONESIA meraih satu medali emas dan satu perak di Asian Boxing U-19 & U-23 Championships 2026. Hasil ini menjadi sinyal positif kebangkitan tinju Indonesia menuju ajang-ajang multievent internasional.
Medali emas dipersembahkan Anggi Intania Chalik setelah tampil dominan di partai final nomor U-19 Putri Light Flyweight (45-48 kg) dengan mengalahkan wakil India Gunjan. Sementara itu, satu medali perak diraih Dira Artika dari nomor U-19 Putri Featherweight (54–57 kg) usai dikalahkan wakil India lainnya, Prachi pada laga yang digelar di Hall Basket GBK Senayan.
1. Modal Jelang Asian Games 2026 hingga Olimpiade Tokyo 2020
Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi PP PERBATI (Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia atau Pengurus Besar Tinju Indonesia) sekaligus menjadi modal berharga dalam menatap Asian Games Aichi-Nagoya 2026, SEA Games 2027, hingga target jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengapresiasi sukses penyelenggaraan kejuaraan sekaligus pencapaian para petinju Indonesia yang dinilainya menjadi awal kebangkitan tinju nasional.
"Saya memberikan apresiasi kepada Ketua Umum PP PERBATI yang berhasil mendapatkan kepercayaan dari Federasi Tinju Internasional untuk menjadi tuan rumah. Penyelenggaraannya luar biasa dan berhasil melahirkan prestasi yang membanggakan. Selamat juga untuk Anggi. Ini menjadi cikal bakal lahirnya prestasi-prestasi berikutnya," ujar Okto yang menyaksikan langsung perjuangan Anggi meraih medali emas di atas ring.
Menurut Okto, hasil ini menjadi momentum penting karena Indonesia akan menghadapi sejumlah agenda besar olahraga internasional dalam beberapa tahun ke depan.
Ramdani Bur , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |02:05 WIB
Ketum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari apresiasi prestasi petinju Indonesia di Asian Boxing Championship 2026. (Foto: NOC Indonesia)
"Kita akan menghadapi Asian Games, Asian Indoor Martial Arts Games, hingga SEA Games 2027. Semua membutuhkan prestasi, dan kita berharap tinju kembali menjadi salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan kebanggaan untuk Indonesia. Dulu kita cukup sulit mendapatkan prestasi, sekarang perlahan tinju Indonesia mulai bangkit," katanya.
2. Bukti Pembinaan Berlanjut Mulus
Sementara itu, Ketua Umum PP PERBATI Ray Zulham menegaskan hasil di kejuaraan ini menunjukkan fondasi pembinaan yang mulai terbentuk, meski proses regenerasi atlet masih terus dilakukan.
"Persiapan kami untuk U-19 dan U-23 memang belum sepenuhnya ideal karena kepengurusan ini masih baru. Fokus kami selama ini masih pada atlet lapis pertama untuk SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Namun hasil ini menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat pembinaan kelompok usia," ungkap Ray.
Di sisi lain, Anggi mengaku keberhasilannya meraih medali emas merupakan buah dari kerja keras selama menjalani latihan serta dukungan para pelatih. Petinju muda andalan Indonesia itu juga menegaskan bahwa medali emas ini bukanlah tujuan akhir.
"Saya benar-benar menjalani latihan dengan sungguh-sungguh. Semua pelatih tahu bagaimana perjuangan saya untuk mendapatkan hasil ini. Tetapi pada akhirnya saya menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Harapan saya bisa mengikuti jejak para senior dan suatu hari nanti tampil di Olimpiade,” tutup Anggi.
Dengan penyelenggaraan yang sukses dan capaian prestasi di atas ring, Asian Boxing U-19 & U-23 Championships 2026 menjadi momentum penting bagi kebangkitan tinju Indonesia. Langkah berikutnya adalah memastikan hasil tersebut berlanjut menjadi prestasi di SEA Games, Asian Games, hingga membawa kembali Merah Putih tampil di panggung Olimpiade.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.