GAYO LUES, KOMPAS.com – Gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (22/7/2026), memicu kepanikan di Puskesmas Pining.
Tenaga kesehatan, pegawai, dan pasien rawat jalan berlarian keluar gedung karena khawatir bangunan roboh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Pining, Nazratus Saadah, mengatakan gempa terjadi saat pelayanan kesehatan masih berlangsung menjelang siang.
Meski ruang rawat inap telah kosong karena seluruh pasien dipulangkan pada pagi hari, aktivitas pelayanan di puskesmas masih berjalan ketika gempa terjadi.
"Saat gempa terjadi semua langsung berlarian keluar karena panik. Terasa kali seperti kayak mau roboh, perasaan kami kayak mereng gitu gedungnya,” kata Nazratus saat dihubungi Kompas.com melalui telepon.
Ia mengatakan masyarakat juga merasakan beberapa kali gempa susulan setelah guncangan utama.
"Masih ada beberapa kali gempa susulan. Memang tidak sekuat gempa utama, tetapi tetap terasa cukup kuat," ujarnya.
Menurut Nazratus, pusat gempa hanya berjarak sekitar 19 kilometer dari Kecamatan Pining sehingga guncangan terasa sangat kuat.
Retakan Lama di Puskesmas Semakin Melebar
Setelah gempa, bangunan Puskesmas Pining kembali diperiksa. Hasilnya, sejumlah retakan pada dinding dilaporkan semakin melebar.
Retakan tersebut sebenarnya telah muncul sejak banjir bandang yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.
Nazratus mengaku tidak sempat memeriksa langsung kondisi bangunan usai gempa karena pulang untuk memastikan kondisi anaknya yang masih bayi. Informasi mengenai kerusakan diperoleh dari laporan staf.
"Staf mengirimkan foto-foto kondisi bangunan kepada saya. Ada beberapa retakan baru, tetapi sebagian besar merupakan retakan lama yang kini semakin merenggang akibat gempa," ujarnya.
Meski demikian, pelayanan kesehatan di Puskesmas Pining masih tetap berlangsung dengan petugas yang berjaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Retakan Juga Muncul di Rumah Warga
Selain memperparah kerusakan di puskesmas, gempa juga menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami retakan pada dinding.
Namun hingga kini belum ada laporan rumah roboh maupun kerusakan berat akibat gempa tersebut.
"Rumah saya juga mengalami retak-retak yang semakin merenggang. Sama seperti di puskesmas, retakan itu sebenarnya sudah ada sejak bencana sebelumnya, tetapi sekarang bertambah parah setelah gempa," ungkap Nazratus.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Gayo Lues merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Oreng dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang