CNN Indonesia
Diet viking Erling Haaland menjadi perbincangan di media sosial setelah penyerang Manchester City dan Timnas Norwegia itu mengungkap pola makan yang mendukung performanya di lapangan. Tak sedikit yang penasaran apakah rahasia ketajaman sang striker benar-benar berasal dari menu makanan yang dikonsumsinya setiap hari.
Haaland dikenal sebagai salah satu pesepak bola dengan kekuatan fisik, kecepatan, dan daya tahan luar biasa. Untuk menunjang performa tersebut, ia disebut mengonsumsi sekitar 6.000 kalori per hari melalui pola makan yang terinspirasi dari gaya hidup leluhur atau ancestral diet.
Meski terdengar ekstrem, para ahli gizi olahraga menegaskan bahwa kebutuhan nutrisi atlet elite sangat berbeda dengan masyarakat umum. Karena itu, pola makan seorang atlet profesional tidak bisa langsung ditiru tanpa mempertimbangkan kebutuhan tubuh masing-masing.
Apa itu diet viking Erling Haaland?
Mengutip Hindustan Times, pola makan yang dijalani Haaland berfokus pada makanan utuh (whole foods) yang minim proses pengolahan. Ia menghindari gula tambahan, makanan ultra-proses, minyak nabati tertentu, serta bahan tambahan buatan.
Sebagai gantinya, menu hariannya dipenuhi sumber protein berkualitas tinggi, lemak sehat, serta makanan kaya vitamin dan mineral alami. Konsep ini dipercaya membantu mempercepat pemulihan otot, menjaga kesehatan usus, sekaligus mengurangi peradangan setelah latihan maupun pertandingan.
Selain makanan, Haaland juga memperhatikan kualitas air minum, waktu makan yang konsisten, hingga paparan sinar matahari pagi untuk menjaga ritme sirkadian tubuh.
Tiga pilar utama diet Haaland
Berikut tiga komponen utama yang menjadi fondasi pola makan sang striker, melansir VMan South East Asia:
1. Organ hewan kaya nutrisi
Salah satu menu yang paling sering mencuri perhatian adalah hati dan jantung sapi. Organ hewan tersebut mengandung zat besi, vitamin B kompleks, vitamin A, zinc, hingga koenzim Q10 yang berperan dalam produksi energi dan pembentukan sel darah merah.
Bagi atlet dengan intensitas latihan tinggi, asupan nutrisi tersebut membantu meningkatkan daya tahan sekaligus mendukung proses pemulihan otot.
2. Air berkualitas dan sinar matahari
Tak hanya memperhatikan makanan, Haaland juga mengutamakan hidrasi. Ia memilih air yang telah melalui proses penyaringan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Rutinitas itu dipadukan dengan paparan sinar matahari pada pagi hari. Kebiasaan ini diyakini membantu mengatur jam biologis tubuh, meningkatkan kualitas tidur, serta mendukung produksi hormon yang berkaitan dengan performa fisik.
3. Susu mentah dan makanan utuh
Menu lainnya adalah susu mentah (raw milk) serta berbagai makanan alami yang minim pengolahan. Kombinasi ini menjadi sumber kalori, protein, dan lemak yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi hingga sekitar 6.000 kalori per hari.
Namun perlu diketahui, konsumsi susu mentah masih menjadi perdebatan di dunia kesehatan karena berpotensi mengandung bakteri berbahaya jika tidak diproses dengan benar. Karena itu, masyarakat umum sebaiknya tidak mengonsumsinya tanpa mempertimbangkan aspek keamanan pangan.
Benarkah bisa ditiru?
Meski menarik perhatian, pola makan Haaland belum tentu sesuai diterapkan oleh masyarakat umum. Kebutuhan kalori seorang atlet profesional bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi dibanding orang dewasa yang aktif bekerja biasa.
Selain itu, konsumsi organ hewan dalam jumlah besar maupun susu mentah memerlukan pertimbangan kondisi kesehatan individu. Pola makan yang terlalu tinggi kalori tanpa aktivitas fisik setara justru dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.
Bagi kebanyakan orang, prinsip yang lebih realistis adalah memperbanyak makanan utuh, memenuhi kebutuhan protein, mengonsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan ultra-proses, serta menjaga waktu makan yang konsisten.
Diet viking Erling Haaland memang menunjukkan bahwa nutrisi memegang peran penting dalam menunjang performa atlet kelas dunia. Namun, kunci utama pola makan sehat tetap bukan meniru menu seorang pesepak bola elite, melainkan menyesuaikannya dengan kebutuhan, kondisi kesehatan, dan gaya hidup masing-masing.