Akhir Pelarian Curanmor Bersenjata di Jaksel: 20 Kali Beraksi, Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Akhir Pelarian Curanmor Bersenjata di Jaksel: 20 Kali Beraksi, Dilumpuhkan dengan Timah Panas

JAKARTA, KOMPAS.com - Berakhir sudah pelarian T (38) setelah kurang lebih 20 kali mencuri sepeda motor (curanmor) di Jakarta Selatan.

Spesialis maling motor ini diburu tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Pesanggrahan sampai ke Lampung.

T juga diketahui menguasai sejumlah senjata api (senpi) yang digunakan dalam aksinya.

Saat diringkus, T berusaha kabur. Petugas pun harus melepaskan tembakan ke kaki kirinya untuk melumpuhkan dia.

20 kali beraksi

Menurut Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, T sudah beraksi di wilayahnya selama kurang lebih 20 kali.

T akhirnya teridentifikasi oleh kamera CCTV saat membawa kabur sepeda motor warga di kawasan Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Juni 2026.

"Dari hasil interogasi awal pelaku mengakui melakukan perbuatan pencurian di wilayah Jakarta Selatan sekitar 20 TKP," kata Seala dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7/2026).

Dia diketahui beraksi bersama seorang rekannya yang kini menjadi daftar pencarian orang (DPO). Menurut data kepolisian, T juga merupakan seorang residivis yang pernah ditangkap pada 2024 lalu.

Dalam penyelidikan, T diketahui berada di kawasan Kecamatan Jabung, Kabupaten Negara Batin, Lampung Timur. Sehingga, polisi pun memburu dia ke pulau seberang.

Ditembak saat ditangkap

T ditangkap pada Sabtu (18/7/2026) dini hari di sebuah rumah. Saat itu, dia berusaha memberikan perlawanan kepada petugas yang akan meringkus dia.

Oleh karena itu, polisi pun melepaskan tembakan ke kaki kirinya. Dia pun harus dibawa menggunakan kursi roda kembali ke Jakarta.

"Karena melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku," ujar Seala.

Di rumah itu, polisi juga menemukan satu pucuk senjata api rakitan dengan amunisi 5 butir peluru 9 kaliber.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata api ini digunakan T dalam aksinya.

"Setiap aksinya mereka menggunakan senpi tersebut untuk menakut-nakuti korban, seperti itu," kata Seala.