JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Gang Jati, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, meminta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean segera dibangun kembali setelah proses pembongkaran rampung.
Mereka berharap JPO yang baru nantinya memiliki ketinggian yang lebih rendah agar lebih mudah digunakan masyarakat, terutama warga lanjut usia (lansia).
"Ini (JPO) penting, harus dibangun segera. Tapi kalau mau dibangun lagi jangan tinggi-tinggi," kata Rahman (68) saat ditemui di lokasi, Rabu (15/7/2026).
Rahman mengaku kerap memanfaatkan JPO tersebut untuk menuju berbagai fasilitas umum di seberang jalan, seperti bank.
Senada dengan Rahman, warga lainnya, Suhartati (53), mengatakan JPO selama ini menjadi akses penting bagi warga, termasuk para lansia meski harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menaiki tangga.
Ia berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar warga tidak perlu memutar cukup jauh untuk menjangkau kawasan Kuningan Barat.
"Memang kalau JPO yang kayak lansia memang agak susah, karena kan dia kan naik tangga ya, jadi agak susah. Tapi sering kepakai. Ya, terserah pemerintah sajalah maunya gimana," kata Suhartati saat ditemui terpisah.
Menurut dia, zebra cross belum dapat menggantikan fungsi JPO di lokasi tersebut.
Sebab, kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi saat jalan lengang, sementara pada jam sibuk arus lalu lintas sangat padat.
"Kalau zebra cross kayaknya agak susah ya. Soalnya kendaraannya kan kenceng banget, padat juga gitu," ujar dia.
Hal serupa disampaikan Nevi (48). Ia mengaku sedih melihat sisa-sisa beton JPO setelah proses pembongkaran.
Menurut Nevi, selama ini JPO menjadi akses utama bagi warga sekitar, termasuk para pekerja kantoran dan pekerja proyek yang mengontrak di Gang Jati.
"Tadi pagi ke depan lagi ngelihat sedih juga ya. Ya pengen secepatnyalah, secepatnya dibangun lagi ya. Amin. Di depan kan masih ada proyek, kasihan orang-orang proyek," tutur Nevi.
Nevi mengatakan, JPO juga kerap dimanfaatkan warga untuk mengakses halte Transjakarta di pemberhentian Kantor Pos Mampang maupun menghindari kemacetan di lampu merah persimpangan Jalan Kapten Tendean.
Ia sendiri sering menggunakan cara tersebut saat masih bekerja di kawasan Sudirman.
"Saya kan sebelumnya kerja di Sudirman. Jadi kalau posisinya macet, buru-buru dari ojek turun di situ, buat nyebrang," kata Nevi.
Adapun proses pembongkaran JPO Tendean selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah alat berat meninggalkan lokasi, truk pengangkut puing masih berada di pinggir jalan untuk memuat sisa material pembongkaran.
Jalan Kapten Tendean arah Blok M kemudian dibuka kembali pada pukul 21.45 WIB, menyusul jalur arah sebaliknya yang lebih dulu dibuka pada pukul 17.10 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.