Rektor Unhas Dorong Guru Besar Hasilkan Riset yang Berdampak bagi Masyarakat

Rektor Unhas Dorong Guru Besar Hasilkan Riset yang Berdampak bagi Masyarakat

Pantau - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Dr Jamaluddin Jompa menekankan pentingnya peran guru besar dalam menghasilkan riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi ilmiah.

Guru Besar Jadi Penggerak Riset dan Inovasi

Prof Jamaluddin Jompa atau Prof JJ menyampaikan hal tersebut saat pengukuhan empat guru besar baru dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas untuk Upacara Penerimaan Jabatan Profesor di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/7/2026).

Menurut Prof JJ, guru besar memiliki posisi strategis sebagai penggerak riset, inovasi, dan kolaborasi ilmiah.

Ia mengatakan tantangan utama perguruan tinggi saat ini bukan hanya meningkatkan produktivitas akademik, tetapi juga memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki mampu menghasilkan dampak nyata melalui penelitian dan inovasi.

Prof JJ menilai efisiensi tetap diperlukan dalam pengelolaan perguruan tinggi, namun efektivitas menjadi ukuran yang lebih penting karena menentukan sejauh mana riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat dapat berkontribusi terhadap pembangunan.

“Efisiensi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah efektivitas dalam mencapai tujuan,” kata Prof JJ.

Ia menjelaskan pandangan tersebut sejalan dengan tren global yang menempatkan universitas sebagai pusat penciptaan pengetahuan atau knowledge creation.

Universitas juga diharapkan menjadi penghasil solusi berbasis bukti atau evidence-based solutions untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Unhas Perkuat Diplomasi Sains

Prof JJ mengatakan kualitas perguruan tinggi tidak lagi hanya dinilai berdasarkan jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga dari kemampuan hasil penelitian dalam mendorong inovasi teknologi, memperkuat kebijakan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan ekonomi.

Ia menjelaskan Universitas Hasanuddin memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar penguatan Indonesia di kawasan timur.

Menurutnya, filosofi logo Unhas yang menggambarkan Ayam Jantan dari Timur bukan hanya simbol institusi, tetapi mencerminkan semangat kepemimpinan, keberanian, dan kemampuan menjadi penggerak perubahan melalui ilmu pengetahuan.

“Peran tersebut harus kita wujudkan melalui pengembangan inovasi, penguatan ekonomi berbasis pengetahuan, serta kontribusi akademik dalam merespons dinamika geopolitik yang terus berkembang,” ujar Prof JJ.

Prof JJ juga menekankan pentingnya memperkuat science diplomacy atau diplomasi sains sebagai pemanfaatan kerja sama ilmiah untuk membangun hubungan internasional dan menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan lintas negara.

Melalui jejaring akademik global, perguruan tinggi dapat mempercepat pertukaran pengetahuan, meningkatkan kualitas riset, dan memperluas kontribusi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Prof JJ menyebut perubahan lanskap geopolitik saat ini semakin dipengaruhi faktor geoekonomi sehingga penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi faktor penentu daya saing suatu bangsa.

“Oleh karena itu, universitas perlu memperkuat kapasitas riset yang mampu mendukung lahirnya kebijakan strategis dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Prof JJ.