Mengenal Istilah Banksying, Versi Toxic dari Ghosting

Mengenal Istilah Banksying, Versi Toxic dari Ghosting

ilustrasi pasangan (Pexels.com/Gustavo Fring)
  • Istilah banksying diambil dari nama seniman Banksy dan menggambarkan perilaku menjauh perlahan setelah kedekatan emosional, membuat korban bingung tanpa penjelasan jelas.
  • Beda dari ghosting, banksying lebih toxic karena pelaku tetap berinteraksi namun sikapnya berubah, membuat korban terus overthinking tentang status hubungan mereka.
  • Korban banksying disarankan jujur pada pasangan dan berani mengakhiri hubungan yang tidak sehat agar tidak terjebak dalam dinamika emosional yang melelahkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak sih kamu lagi dekat sama seseorang sampai di tahap saling tahu sifat dan cerita hidup masing-masing, tapi tiba-tiba doi malah jaga jarak? Ditanyain kenapa, bilangnya gak ada apa-apa. Tapi kalau beneran gak ada masalah, kenapa sikapnya gak kayak biasa?

Kalau ini terjadi sama kamu sekarang, bisa aja kamu lagi jadi korban banksying. Apa itu banksying? Biar kamu gak terjebak lama-lama di fase toxic ini, mending kenali dulu penjelasan soal istilah tersebut di bawah ini!

1. Apa itu banksying?

ilustrasi pasangan memberi kejutan
ilustrasi pasangan memberi kejutan (Pexels.com/Vija Rindo Pratama)

Istilah banksying sebenarnya diambil dari nama seniman asal Inggris, Banksy. Mirip seperti karya seni Banksy yang sering bikin para penikmat seni bingung, perilaku banksying juga bikin korbannya kebingungan karena setelah membangun kedekatan emosional yang dalam, pelaku biasanya menjauh secara perlahan.

Dilansir USA Today, Amy Chan, pelatih kencan dan penulis buku "Breakup Bootcamp: The Science of Rewiring Your Heart" menjelaskan, banksying sebenarnya sudah ada sejak lama, namun istilah ini viral karena maraknya penggunaan dating apps yang membuat banyak orang memiliki etika kencan yang buruk.

2. Perbedaan banksying dengan ghosting

ilustrasi pertengkaran pasangan
ilustrasi pertengkaran pasangan (Pexels.com/RDNE Stock project)

Walaupun punya kemiripan, nyatanya banksying jauh lebih toxic dan menyakitkan dibanding ghosting. Ini karena saat seseorang melakukan ghosting, niat yang dilakukannya jelas, yakni untuk mengakhiri hubungan.

"Saat melakukan banksying, mereka mungkin tidak mengatakannya secara lisan, tapi kamu akan mengetahui ada yang berbeda dari tindakannya," ucap Chan.

Inilah yang bikin korban terus overthinking. "Apakan hubungan ini beneran baik-baik aja atau doi emang lagi jaga jarak?"

3. Apa saja ciri-ciri banksying?

ilustrasi hubungan
ilustrasi hubungan (Pexels.com/Alena Darmel)

Karena banyaknya istilah hubungan yang saat ini muncul, banksying pun akhirnya tidak hanya terbatas untuk pasangan yang memiliki status jelas saja. Selama kalian berdua sudah di tahap saling berbagi cerita maupun keseharian secara rutin, kamu juga bisa menjadi korban banksying. Berikut adalah ciri-cirinya:

  • Komunikasi tetap jalan, tapi intensitasnya tiba-tiba berubah.
  • Obrolan mulai terasa hambar.
  • Kebiasaan yang sering dilakukan bareng mulai ditinggalkan.
  • Saat kamu menanyakan tentang perubahannya, dia bakalan selalu bilang gak ada apa-apa.

4. Alasan banksying dianggap toxic

ilustrasi hubungan
ilustrasi hubungan (Pexels.com/Alex Green)

Semakin dekat kamu dengan seseorang, maka tanpa sadar kamu akan mulai bergantung padanya. Mood-mu jadi dipengaruhi oleh bagaimana sikapnya ke padamu dan perubahan perilakunya juga bisa bikin kamu mulai overthinking berlebihan.

Dilansir El País, Raúl Padilla, psikolog, seksolog, dan terapis pasangan menjelaskan, banksying bisa membuatmu jadi mudah tersinggung, bingung, kehilangan harga diri, kesulitan untuk memperbaiki hubungan, dan sering menyalahkan diri sendiri.

"Jika ini terus berlanjut, hubungan akan makin toxic, terutama saat pelaku mulai tertarik dengan orang ketiga, membuat korban merasakan insecure dan kecemburuan, namun didorong oleh alasan yang nyata," lanjut Padilla.

5. Hal yang harus dilakukan saat menjadi korban

ilustrasi putus hubungan
ilustrasi putus hubungan (pexels.com/RDNE Stock project)

Jika kamu menjadi korban banksying, penting untuk jujur dengan pasanganmu tentang beban pikiranmu. Walaupun nantinya hubunganmu bisa berakhir, setidaknya kamu gak harus terjebak dalam hubungan yang mati secara perlahan.

Kesalahan terbesar memang ada di pihak pelaku, tapi kalau mereka gak bisa tegas sama pemikirannya, maka kamu juga berhak untuk pergi dan gak nungguin mereka.

Saat hubungan sudah tidak bisa dipertahankan, putus mungkin adalah jalan terbaik yang harus dilalui. Namun, menjadikan banksaying sebagai pilihan karena tidak ingin menyakiti perasaan orang lain adalah tindakan yang jauh lebih menyakitkan. Entah hubungan itu bernama ataupun tidak, bukankah sesuatu yang diawali dengan baik, harusnya diakhiri dengan baik juga?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.