Kronologi Pria di Bali Dibunuh di Sungai oleh Tetangga Sendiri, Pelaku Sakit Hati Sering Diejek Miskin oleh Korban!

Kronologi Pria di Bali Dibunuh di Sungai oleh Tetangga Sendiri, Pelaku Sakit Hati Sering Diejek Miskin oleh Korban!

Grid.

ID - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan penemun jasad pria tanpa busana di Sungai Bubuh, Klungkung, Bali pada (02/07/2026). Setelah ditelusuri, jasad pria itu adalah seorang pedagang lawar bernama I Nyoman Cita (50) alias Man Colik.

Nyoman Cita diketahui tewas usai dibunuh oleh pria yang juga merupakan tetangga korban sendiri berinisial ANPP (30). Kini, ANPP telah dibekuk oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali setelah 14 hari melarikan diri.

Pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polres Klungkung dan Polda Bali pada Jumat dini hari (17/7/2026). Lantas bagaimana kronologi pria di Bali dibunuh di sungai oleh tetangga sendiri? Simak penjelasannya.

Kronologi Pria di Bali Dibunuh di Sungai oleh Tetangga Sendiri

Pembunuhan sadis terhadap Nyoman Cita (50) di Sungai Bubuh, Klungkung, Bali, akhirnya terungkap. Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali bersama Polres Klungkung menangkap pelaku berinisial ANPP (30).

Melansir Tribunnews.com, ANPP telah merencanakan pembunuhan terhadap korban sejak beberapa hari sebelum kejadian. Menurut keterangan polisi, pelaku nekat melakukan pembunuban lantaran sakit hati sering direndahkan secara ekonomi oleh korban.

Berbekal pisau milik ayahnya, ANPP menjalankan rencana tersebut sebelum akhirnya ditangkap usai dua pekan pelarian. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, menyebut pelaku telah merencanakan aksi keji itu secara matang.

ilustrasi jenazah - Kronologi pria di Bali dibunuh di sungai oleh tetangga sendiri, pelaku sakit hati diejek miskin oleh korban.
ilustrasi jenazah - Kronologi pria di Bali dibunuh di sungai oleh tetangga sendiri, pelaku sakit hati diejek miskin oleh korban.

freepik.com

"Pelaku sakit hati kepada korban karena sering direndahkan dan disebut tidak punya uang," kata Kombes Pol. Ariasandy saat dikonfirmasi pada Jumat, 17 Juli 2026 dilansir TribunJatim.com.

Ia bahkan sudah mempersiapkan rencana itu sejak 4 hari sebelum kejadian. Mirisnya, pelaku tersebut rupanya adalah tetangga korban sendiri dan masih satu banjar di Desa Negari.

"Rencana pembunuhan sudah disusun pelaku sekitar empat hari sebelum kejadian," ujar Kombes Pol. Ariasandy.

PROMOTED CONTENT

Untuk melancarkan aksinya, ANPP mempersiapkan senjata tajam dari rumahnya sendiri. Senjata itu merupakan sebilah pisau milik ayah pelaku.

"Pisau yang digunakan merupakan milik ayah pelaku yang ada di rumahnya," terang Kabid Humas Polda Bali.

Adapun awal mula tragedi itu terjadi saat pelaku dan korban berjanji untuk bertemu di Sungai Bubuh pada petang hari. Kala itu, korban diiming-imingj pelaku dengan sejumlah imbalan uang agar mau datang ke lokasi tersebut.

Pelaku yang sudah membawa pisau milik ayahnya tiba lebih awal dan menunggu kedatangan korban di area sungai. Begitu korban datang dalam kondisi tanpa busana, ANPP langsung menyerang korban secara brutal dari arah belakang.

"Saat korban datang dalam kondisi tanpa busana, pelaku menusuk korban dari belakang," jelas Kombes Pol. Ariasandy.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan bergerak ke tengah sungai. Namun, langsung mengejar korban dan menghujamkan pisaunya dua kali untuk memastikan korban tewas.

"Korban sempat bergerak ke tengah sungai, kemudian pelaku kembali menusuk sebanyak dua kali," bebernya.

Setelah tahu korban meninggal, ANPP nekat melucuti perhiasan emas berupa kalung yang dipakai korban dan membawa pergi pakaian milik korban.

Pelaku lantas melarikan diri ke arah barat sungai dengan kondisi setengah telanjang, hanya mengenakan jaket hoodie. Ia juga bersembunyi di rumpun bambu untuk memakai celana dalam serta celana boxer, lalu menyembunyikan pakaian yang ia gunakan saat mengeksekusi korban.

ANPP kemudian kabur ke Denpasar menggunakan jasa ojek online untuk menemui kekasihnya, sebelum akhirnya ditemukan polisi setelah 14 hari.

Melansir Tribun-Bali.com, pelaku juga menjual kalung emas seberat sekitar 70 gram dan liontin emas Antam sekitar 25 gram itu kemudian dijual di salah satu toko emas di Denpasar. Mirisnya, uang hasil penjualan tersebut diduga digunakan pelaku untuk membeli kalung, jam tangan, serta menghadiahkan cincin dan iPhone 16 kepada kekasihnya.

"Pelaku menjual perhiasan emas itu senilai Rp50 juta," ungkap Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo.

Kini, ANPP beserta barang bukti berupa pisau, pakaian, dan rekaman CCTV di sekitar lokasi telah diamankan di Polres Klungkung untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kombes Pol. Ariasandy menegaskan pihak kepolisian akan mengusut tuntas kasus tersebut. Demikianlah kronologi pria di Bali dibunuh di sungai oleh tetangga sendiri. (*)

PROMOTED CONTENT