Final Piala Soeratin U-15 Kalbar Berujung Ricuh, Kasus Dibawa ke Sidang Disiplin

Final Piala Soeratin U-15 Kalbar Berujung Ricuh, Kasus Dibawa ke Sidang Disiplin

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pesta sepak bola usia muda Kalimantan Barat (Kalbar) tercoreng.

Laga final Piala Soeratin U-15 Kalbar yang mempertemukan Kubu Raya United melawan Gabsis Sambas di Stadion PSP Pontianak, berakhir dengan serangkaian kericuhan yang melibatkan pemain, ofisial, hingga oknum suporter, Minggu (12/7/2026).

Wakil Sekretaris Umum PSSI Kalbar, Robby Najini, memastikan seluruh rangkaian kericuhan akan diproses melalui mekanisme disiplin.

“Peristiwa pada laga final ini akan kami bawa ke sidang Panitia Disiplin untuk ditindaklanjuti,” kata Robby, Senin (13/7/2026).

Sidang Panitia Disiplin nantinya akan menentukan bentuk pelanggaran yang terjadi beserta sanksi terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kericuhan dalam partai puncak kompetisi usia muda tersebut.

Sebagaimana diketahui, insiden pertama terjadi pada babak kedua ketika Kubu Raya United tengah memimpin 2-0.

Keributan dipicu pelanggaran keras terhadap salah seorang pemain Kubu Raya United yang kemudian memancing aksi saling dorong antarpemain di lapangan.

Suasana semakin memanas setelah sejumlah pemain cadangan dari kedua tim ikut masuk ke lapangan.

Suporter jebol pembatas tribun

Pada saat yang sama, beberapa oknum suporter menjebol pembatas tribun dan berlari ke area pertandingan sehingga pertandingan terpaksa dihentikan.

Petugas keamanan bersama panitia pelaksana segera mengamankan sejumlah orang dan berupaya memisahkan kedua kubu. Setelah situasi terkendali, pertandingan akhirnya dilanjutkan sekitar 20 menit kemudian.

Namun, kericuhan belum berakhir. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, pertikaian kembali pecah di tengah lapangan. Sejumlah pemain cadangan Gabsis Sambas diduga terpancing selebrasi kemenangan yang dilakukan pemain Kubu Raya United sehingga memicu bentrokan lanjutan.

Keributan terjadi di luar stadion

Aparat keamanan dan panitia kembali turun tangan untuk melerai kedua tim hingga situasi di dalam stadion berhasil dikendalikan.

Gesekan ternyata berlanjut di luar Stadion PSP.

Meski panitia telah menerapkan sistem keluar bergilir bagi kedua tim beserta pendukungnya untuk mencegah bentrokan, keributan kembali terjadi di ruas jalan depan stadion.

Sejumlah pendukung Kubu Raya United mengerumuni kendaraan yang ditumpangi rombongan pemain Gabsis Sambas. Adu mulut kembali terjadi dan memicu pertikaian.

Di sisi lain, sejumlah orang tua pemain Kubu Raya United mengaku sempat terjadi aksi anarkis terhadap anak-anak mereka ketika melintas di dekat rombongan tim Gabsis Sambas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang