Vitamin C Bantu Penyerapan Zat Besi untuk Cegah Anemia

Vitamin C Bantu Penyerapan Zat Besi untuk Cegah Anemia

KOMPAS.com - Banyak orangtua sudah berusaha memberikan makanan kaya zat besi agar anak terhindar dari kekurangan nutrisi. Namun, ada satu hal yang sering luput diperhatikan, yaitu tidak semua zat besi yang dikonsumsi otomatis dapat diserap tubuh secara optimal. Di sinilah vitamin C memegang peran penting. 

Saat dikonsumsi bersamaan dengan zat besi, vitamin C membantu meningkatkan penyerapannya sehingga manfaat nutrisi tersebut dapat dimanfaatkan tubuh dengan lebih maksimal.

"Untuk memenuhi asupan zat besi yang optimal, dapat dilakukan dengan memberikan asupan gizi seimbang yang banyak bersumber dari protein hewani yang kaya Zat Besi. Selain itu, untuk memaksimalkan penyerapan Zat Besi dalam tubuh, juga dibutuhkan Vitamin C," kata pakar gizi Dr. dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi.

Konsumsi  zat besi yang disertai dengan vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga dua kali lipat. Makanan yang menjadi sumber vitamin C lebih baik dikonsumsi sebelum makan karena situasi asam dalam tubuh membuat zat besi lebih mudah diserap.

Karena itu, kombinasikan sumber zat besi dengan makanan kaya vitamin C, misalnya: Bubur atau nasi tim dengan daging sapi + brokoli, sereal atau susu pertumbuhan yang difortifikasi zat besi dan buah jambu biji atau jeruk, atau tumis daging dan paprika merah.

Sebaliknya, konsumsi makanan ataupun minuman tertentu juga dapat menghambat proses penyerapan zat besi, seperti teh, kopi, dan cokelat, yang tinggi akan kandungan tanin. 

Kondisi anemia di Indonesia

Anemia defisiensi besi masih menjadi perhatian khusus, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, anemia dialami oleh 27,7 persen ibu hamil dan 23,8 persen anak balita. 

Apabila tidak ditangani, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, serta kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. 

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Danone Indonesia memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang berperan dalam pemenuhan nutrisi pada awal kehidupan, guna menegaskan pentingnya kesadaran, edukasi, dan skrining dalam membantu anak mencapai potensi optimalnya. 

Healthcare Nutrition Director Danone Indonesia, Vera Saw, mengatakan pencegahan anemia defisiensi besi sejak dini menjadi salah satu prioritas Danone Indonesia untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan membentuk generasi yang kuat dan berdaya saing. 

"Dalam upaya membantu mengatasi anemia defisiensi besi, Danone Indonesia berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di bidang nutrisi dan kesehatan pada awal kehidupan," katanya.

Pada 2026 ini, Danone Indonesia akan melanjutkan komitmen pencegahan Anemia Defisiensi Besi berbasis komunitas bersama Ikatan Bidan Indonesia, salah satunya melalui kegiatan berbasis komunitas dalam mengintegrasikan edukasi gizi dan skrining dini risiko anemia defisiensi besi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di RPTRA CERIA, Jakarta Barat.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang