UNGARAN, KOMPAS.com - Dengan menggunakan kruk alat bantu jalan, Ina Prihati Nur Islami (21) ramah menyapa pengunjung Resta Pendopo KM456 Tol Semarang-Solo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.
Dengan percaya diri, dia menawarkan aneka barang yang berada di Ruang Temoe, tempat yang menyuguhkan berbagai karya dari penyandang disabilitas.
Di Ruang Temoe dipajang karya kreatif dari Dewijaya Care yang memproduksi sabun natural dan body lotion hingga Billa Creation yang menghadirkan tumbler, pouch, tote bag berhias seni kriya dan lukis.
Selain itu, juga ada produk dari Puka berupa kreasi tas, dompet, dan berbagai aksesori.
Di tempat ini juga tersedia olahan limbah kertas hingga aneka peralatan dapur.
Senang Merasa Dihargai
Ina mengaku senang bekerja di Ruang Temoe karena menghadirkan peluang besar bagi penyandang disabilitas.
"Disini kami merasa dihargai dan setara, tidak ada perbedaan. Saya merasa bangga turut berkontribusi di Ruang Temoe," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
"Tugas saya disini menjelaskan tentang produk, menawarkan barang sekaligus menjual," kata Ina.
Dia mengakui, sebagai disabilitas sulit mendapatkan kerja.
Karena itu Ina berharap teman disabilitas memanfaatkan Ruang Temoe sebagai ajang memamerkan karya dan ruang pemberdayaan.
"Tingkatkan kreativitas dan rangkul teman yang lain, semoga teman-teman semakin maju dan sukses," ungkapnya.
Harap Ada Pendampingan Usaha
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah mengatakan, saat ini ada 3.483 penyandang disabilitas.
"Karena itu kami mengapresiasi Ruang Temoe yang memberi ruang kepada disabilitas untuk setara dan berdaya," ungkapnya.
"Selain memberi ruang untuk memajang karya, kami berharap juga ada pendampingan usaha agar disabilitas semakin semangat dan berdaya," kata Istichomah.
Presiden Direktur Resta Pendopo KM456, Daisy Setiawan mengatakan hadirnya Ruang Temoe memberikan wadah pemberdayaan untuk mendukung UMKM serta karya kreatif dari penyandang disabilitas.
"Ini sekaligus memperkenalkan karya terbaik mereka kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol di Semarang-Solo," ujarnya.
"Kami berharap langkah ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih inklusif, berupa ruang yang ramah bagi seluruh masyarakat untuk bertemu, berbagi dan berjejaring serta memberikan kesempatan lebih bagi teman-teman ikut berdaya dan mandiri secara ekonomi," kata Daisy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang