JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis (16/7/2026) siang.
Prabowo menghadiri acara groundbreaking secara virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dari layar YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo duduk didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.
Dari lokasi acara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengucapkan terima kasih karena Prabowo berkenan meresmikan acara groundbreaking ini.
"Bapak Presiden kami menyampaikan bahwa ucapan terima kasih dari seluruh rakyat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ujar Bahlil, dalam pidatonya, Kamis.
Bahlil turut menyapa sejumlah pejabat yang hadir langsung dan melaporkannya ke Prabowo.
Bahlil mengatakan, masyarakat Tanimbar sangat antusias untuk menyambut Prabowo.
Sepanjang jalan menuju lokasi acara sudah dipasang banyak baliho.
"Saya begitu mendarat itu balihonya dari bandara sampai lokasi acara pak. Dan wajahnya hanya wajah Bapak Presiden. Ini menunjukan kecintaan masyarakat Kepulauan Tanimbar ke Bapak Presiden dan kami ucapkan terima kasih atas perkenanan Bapak Presiden untuk melakukan peresmian groundbreaking ini," tutur Bahlil.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan groundbreaking ini merupakan salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.
"Groundbreaking ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan timur Indonesia," kata Prasetyo, dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Dalam keterangannya, Prasetyo menjelaskan proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dollar Amerika Serikat (AS).
Menurutnya, proyek ini dirancang untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barrel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.