Pidato Lengkap Prabowo Saat Hadiri Panen Raya TNI di Malang

Pidato Lengkap Prabowo Saat Hadiri Panen Raya TNI di Malang

Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia. Sekarang TNI dan Polri sudah pakai Jeep buatan putra-putri Indonesia. Waktu saya Menteri Pertahanan disodorkan, 'Pak, TNI dan Polri'—waktu itu saya Menhan jadi saya enggak bisa... saya enggak bisa ngurus Polri, sorry. Pantas polisi enggak mau di bawah Menteri Pertahanan sih. Tapi TNI saya disodorkan, 'Pak, ini Jeep bagus Pak, murah, buatan asing. Ini buatan Indonesia tapi mahal Pak.' Ya karena kita baru mulai. Ya kalau saya pilih yang murah ini, kapan Indonesia punya Jeep sendiri? Ya sudah, saya pilih yang mahal, agak mahal, tapi buatan anak-anak Indonesia sendiri, yaitu Maung yang sekarang dipakai perwira-perwira kita sekarang pakai Maung.

Saya dengar bapak Danramil sudah pakai Jeep juga ya? Hah? Gagah gitu. Ya enggak bisa semua serentak. Itu ada yang teriak 'Belum'. Itu pasti Danramil yang belum dapat Jeep itu di situ. Babinsa sudah mulai kan dapat motor-motor, motor listrik? Itu di film sudah ada itu. Jadi sekarang kalau saya lihat kota saya lihat ada Jeep-Jeep, bangga juga saya. Waduh, TNI sekarang pakai Jeep sendiri. Senjata kita sudah diakui dunia. Kita menang pertandingan nembak berapa belas kali? Berapa? Benar 12 kali. Kayaknya lebih ya? Oh, Australia 12 kali, ada ASEAN kan dan sebagainya. Tapi yang ini menang 12 kali berturut-turut dalam pertandingan mereka, yang bikin peraturan mereka, wasitnya mereka, teknik-tekniknya mereka, tapi kita menang 12 kali pakai senjata buatan anak-anak Indonesia. Senapan serbu dari kita, pistol dari kita, SO dari kita, Saudara-saudara.

Saya dengar begitu kita menang, kaget mereka. Indonesia kan dianggap remeh. Hadir di situ militer-militer terbaik di dunia: tentara Amerika, Marinir, Australia, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, ya. Indonesia 12 kali menang dan karena mereka... mereka pikir kok bisa menang, dia periksa senjata kita katanya. Dibongkar, pelurunya dilihat, jangan-jangan Indonesia ini curang pakai apa gitu dia. Enggak, ini saya kasih contoh bahwa kita sebenarnya kalau diberi kepemimpinan yang baik, diberi alat yang baik, uang makannya enggak dikorupsi... komandannya kasih contoh ya. Jangan komandan-komandan jangan apa itu... jarkoni: ngajari iso, nglakoni ora iso. Ojo! Hah? Tentara dan Polisi Indonesia harus Ing Ngarsa Sung Tulodo, di depan memberi contoh. Ya, nanti ada pertandingan antara jenderal-jenderal, saya wasitnya.

Saudara-saudara, banyak pakar di dunia sudah ramalkan bahwa dalam tahun 2045, 45 sampai 50, Indonesia akan menjadi negara keempat terbesar dan terkaya di dunia. Tahun 2050: Cina nomor satu, Amerika nomor dua, India nomor tiga, Indonesia nomor empat. Nanti 2075 India naik. Kita... kita okelah, keempat di dunia, bener enggak? Kita nanti 2040-50, kita di atas Jepang, di atas Inggris, Brasil, Prancis. Makanya kita sekarang harus siap. Itu 2050 itu 25 tahun lagi. Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia? Kita harus hilangkan kelaparan, kita harus hilangkan kemiskinan, kemiskinan apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan, Saudara-saudara sekalian. Kita akan hemat anggaran kita, kita akan bikin efisien, bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan! Rela TNI? Rela Polisi? Aku tanya TNI buat kau. Rela ya, anggaran dikurangi rela? Ikhlas? Kok ikhlas ikhlas ikhlas... ikhlas... Saudara-saudara, pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini,

Saudara-saudara. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan, Saudara-saudara. Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia, saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga berapa ribu titik air. Kita atasi kesulitan rakyat kita atasi. Enggak... enggak usah terlalu apalah, ini prosedur ini apa, kenapa tentara ikut di sawah, kenapa polisi ikut nanam jagung, kenapa... enggak. Ini Indonesia! TNI-Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi, TNI-Polri harus mengatasi kesulitan rakyat. Kau di negara lain itu urusan kau, enggak usah terlalu banyak urusan kita deh, bener enggak? Lu juga enggak kasihan sama kita, bener enggak? Iya kan.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Karena amplop kurang tebal ya pidato disingkat. Shalom, salve, om shanti shanti shanti om, namo buddhaya, salam kebajikan. Terima kasih semua.

Hari ini saya bahagia, saya bangga jadi Presiden Republik Indonesia, saya bangga dengan petani-petani Indonesia, terima kasih petani dan nelayan Indonesia. Kau adalah pahlawan yang sebenarnya, kau menghasilkan pangan untuk kita semua. Yang mengatakan beras terlalu mahal, suruh ikut kau tanam beras, kalau petani beras tidak boleh dapat penghasilan tinggi, suruh mereka tanam padi sendiri. TNI akan siapkan lahan untuk mereka, menteri pertanian siapkan lahan untuk mereka, suruh tanam sendiri, uenak aja! Terima kasih saya bangga dengan petani, saya bangga dengan TNI, saya bangga dengan Polri.

Terima kasih saudara-saudara.