JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat (AD) menegaskan, keterlibatan 18 prajurit menjadi sopir truk Pertamina di Sumatera Utara imbas antre Bahan Bakar Minyak (BBM) mengular di Sumatera Utara bukan mengambil alih tugas.
“Keterlibatan personel TNI AD bukan mengambil alih tugas maupun kewenangan Pertamina ataupun PT Elnusa Petrofin, melainkan merupakan bentuk sinergi antarlembaga untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” tegas Kapendam Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Sandy menjelaskan, penugasan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Elnusa Petrofin, mitra operasional Pertamina, mengajukan permohonan bantuan.
“Menugaskan 18 personel yang memiliki kualifikasi mengemudikan kendaraan berat (truk) untuk membantu kelancaran operasional distribusi BBM,” kata Sandy.
Menurut dia, penugasan tersebut didasarkan pada pengalaman penanganan berbagai bencana di Sumatera Utara, ketika keterbatasan pengemudi kendaraan berat sempat menghambat distribusi logistik dan BBM.
Sandy menegaskan, bantuan itu hanya bersifat sementara.
“Apabila distribusi BBM telah kembali normal, maka perbantuan tersebut akan berakhir,” jelas dia.
Ia mengatakan, permohonan bantuan disampaikan PT Elnusa Petrofin melalui surat tertanggal 14 Juli 2026.
Permohonan bantuan tersebut mengacu pada Nota Kesepahaman PT Pertamina (Persero) dan TNI Nomor SP-016/C00000/2022-SO dan Nomor NK/20/IX/2022/TNI yang ditandatangani pada 20 September 2022 mengenai optimalisasi dan sinergi penyelenggaraan pengamanan Objek Vital Nasional Strategis (Obvitnas) dan obyek lainnya.
“Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa meningkatnya permintaan BBM/BBK di Sumatera Utara memerlukan dukungan agar distribusi ke SPBU tetap berjalan tepat waktu. Karena itu, PT Elnusa Petrofin meminta bantuan personel TNI untuk melakukan pendampingan terhadap awak mobil tangki selama proses pendistribusian,” ungkap dia.
Sesuai permohonan, dukungan personel dijadwalkan berlangsung pada 14-17 Juli 2026 atau hingga kondisi distribusi kembali normal.
Adapun media sosial diramaikan dengan unggahan yang memperlihatkan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengemudikan truk tangki milik Pertamina di Sumatera Utara (Sumut).
Video tersebut dimuat oleh akun X @Cak* pada Rabu (15/7/2026).
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa langkah itu dilakukan untuk mengatasi krisis distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU.
"TNI mulai bergerak! Jadi sopir tangki Pertamina, krisis distribusi BBM di Sumut mulai diatasi," demikian narasi yang beredar di media sosial.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.