Leeds mengambil tindakan hukum terhadap Leicester terkait kegagalan upaya promosi ke Liga Premier setelah The Foxes melanggar aturan keuangan

Leeds mengambil tindakan hukum terhadap Leicester terkait kegagalan upaya promosi ke Liga Premier setelah The Foxes melanggar aturan keuangan

Leeds United telah mengajukan gugatan hukum terhadap Leicester City, menuntut ganti rugi yang besar setelah gagal meraih promosi otomatis ke Liga Premier pada musim 2023-24. Leicester melanggar aturan keuangan selama musim di mana mereka meraih gelar juara, sehingga mendorong Leeds untuk menuntut kompensasi finansial menyusul kasus hukum bersejarah serupa yang melibatkan Burnley dan Everton.

  • Meminta ganti rugi finansial

    Menurut laporan dari The Athletic, Leeds telah mengajukan gugatan terhadap Leicester terkait fakta bahwa mereka tidak berhasil promosi otomatis pada musim 2023-24. Leicester memang memenangkan gelar juara Championship dan finis dua peringkat di atas Leeds, namun kemudian dikenai sanksi karena melanggar aturan pengeluaran. Leeds kemudian kalah di final play-off dan terpaksa menjalani satu musim lagi di divisi kedua.

    Gugatan hukum tersebut mencakup kerugian finansial spesifik dan meminta penilaian ganti rugi akibat pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan (PSR). Leicester dikenai pengurangan enam poin musim lalu sebagai konsekuensi dari pelanggaran keuangan yang mereka lakukan selama kampanye perebutan gelar juara tersebut. Baik Leeds maupun Leicester menolak memberikan komentar mengenai masalah ini.

  • West Ham United v Burnley - Premier League
    Getty Images Sport

    Preseden Burnley membuka jalan

    Leeds memutuskan untuk menempuh jalur hukum ini menyusul kemenangan Burnley dalam gugatan terhadap Everton. Bulan lalu, terungkap bahwa Everton telah diperintahkan untuk membayar Burnley sebesar 35 juta poundsterling sebagai ganti rugi dan bunga atas pelanggaran PSR pada musim 2021-22. Everton finis empat poin di atas Burnley, yang terdegradasi dan kehilangan pendapatan televisi serta komersial yang menggiurkan dari Liga Premier.

    Burnley berhasil membuktikan bahwa mereka akan tetap bertahan di liga jika Everton dikenai pengurangan poin. Sebuah komisi independen menyimpulkan: “Berdasarkan pertimbangan probabilitas, pelanggaran PSR yang dilakukan Everton menyebabkan Burnley terdegradasi.” Sejak itu, Everton menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut, namun kerangka kerja untuk ganti rugi telah ditetapkan dengan tegas.

  • Kesempatan promosi yang terlewatkan

    Meskipun kasus Burnley tidak menetapkan preseden hukum yang mengikat, kasus tersebut telah memberikan kerangka kerja yang jelas bagi klub-klub lain untuk menuntut ganti rugi. Leeds diperkirakan akan berargumen bahwa mereka seharusnya berhasil meraih promosi otomatis ke Liga Premier pada musim 2023-24 jika Leicester telah mematuhi aturan PSR secara ketat.

    Perbedaan finansial antara Championship dan Liga Premier sangat besar, dan Leeds kehilangan sumber pendapatan yang signifikan setelah gagal di babak play-off. Alih-alih menikmati kompetisi di kasta tertinggi, Leeds harus bersiap menghadapi musim yang melelahkan lagi di Championship. Proses hukum ini menyoroti tren yang semakin meningkat di mana klub-klub menuntut pertanggungjawaban dan ganti rugi finansial ketika rival mereka gagal mematuhi peraturan keuangan.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

  • FBL-ENG-PR-LEEDS-EVERTON
    AFP

    Apa yang akan terjadi selanjutnya?

    Perselisihan hukum antara Leeds dan Leicester masih berada pada tahap awal, dan sidang baru dijadwalkan berlangsung pada musim panas mendatang. Hingga saat itu, kedua klub akan fokus pada perjuangan mereka masing-masing di lapangan. Namun, hasil dari kasus ini berpotensi mengubah lanskap hukum sepak bola Inggris lebih lanjut, sehingga membuka jalan bagi lebih banyak klub untuk menuntut ganti rugi atas pelanggaran keuangan.