LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Harga beras di sejumlah pasar tradisional melambung di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh dalam sepekan terakhir.
Kenaikan itu dipicu dengan menipisnya stok gabah di sejumlah kecamatan di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Apalagi daerah penghasil seperti Kabupaten Aceh Utara tidak seluruh sawah bisa ditanami karena rusak akibat banjir pada November 2025 lalu.
Seorang pedagang beras di Pasar Inpres Lhokseumawe, Junaidi, Kamis (16/7/2026) menyebutkan kenaikan harga beras premium ukuran 15 kilogram dijual seharga Rp 240.000 dari Rp 235.000. Sedangkan medium dijual antara Rp 225.000 dari Rp 220.000.
“Kenaikan harga beras dipicu dengan kenaikan harga gabah yang dipengaruhi permintaan tinggi dari penggilingan serta terbatasnya pasokan gabah kering panen di sejumlah sentra produksi di Aceh Utara daerah tetangga Lhokseumawe,” katanya.
Untuk permintaan sambung Junaidi, masih relatif stabil. Tidak ada peningkatan pembeli dalam sepekan terakhir.
“Stok beras dari distributor tetap tersedia dan distribusi ke pasar tidak mengalami kendala. Kondisi jual beli masih stabil,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang beras di Pasar Krueng Mane Kabupaten Aceh Utara, Muhammad, menyebutkan kenaikan harga beras karena stok gabah berkurang di Aceh Utara.
“Sekarang sejumlah kecamatan tidak turun ke sawah karena baru selesai direndam banjir pada November 2025 lalu. Banyak sawah rusak. Karena itu, daerah penghasil berkurang, maka beras mahal,” katanya.
Dia berharap, pemerintah memperbaiki sawah yang rusak karena banjir sehingga petani bisa turun ke sawah layaknya sebelum bencana.
Sehingga stok gabah kering giling mencukupi di Kabupaten Aceh Utara. Sebelum bencana, sambung Muhammad, stok gabah Aceh Utara melimpah. Bahkan dijual ke kabupaten lainnya di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
“Stok beras ada dan tersedia. Kalau pun dari Aceh Utara kurang stok, kita bisa beli dari kabupaten lain. Namun harganya jadi mahal. Semoga sawah yang rusak segera diperbaiki agar petani bisa tanam padi lagi,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang